-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pagar Seng Masih Beridiri, Lapangan Serasuba Terkunci Untuk Sholat IdulFitri

| Rabu, Maret 18, 2026 WIB Last Updated 2026-03-18T11:18:58Z

Ilustrasi 
Kota Bima,JangkaBima.com.-Lapangan Serasuba dipastikan tidak dapat digunakan sebagai lokasi pelaksanaan sholat Idulfitri tahun ini. Hal tersebut disebabkan pagar seng proyek revitalisasi yang hingga kini masih berdiri dan menutup seluruh area lapangan.


Seperti diketahui, proyek revitalisasi Lapangan Serasuba pada tahun 2025 lalu menghabiskan anggaran sebesar Rp 3,1 miliar. Namun, hingga memasuki awal tahun 2026, pekerjaan proyek sempat jadi sorotan warga dan lembaga DPRD Kota Bima. Pasalnya, meski anggaran miliaran rupiah telah digelontorkan, kondisi lapangan belum dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat.


Pemerintah Kota Bima melalui Dinas PUPR menyatakan bahwa pagar seng belum bisa dibongkar karena pada tahun 2026 akan ada pekerjaan lanjutan dengan tambahan anggaran sekitar Rp 5 miliar.


Namun, pernyataan tersebut mendapat kritik dari DPRD. Mereka menilai bahwa pekerjaan lanjutan tidak ada kaitannya dengan proyek sebelumnya, karena menggunakan skema anggaran yang berbeda. DPRD pun berpendapat bahwa pagar seng seharusnya sudah bisa dibuka agar masyarakat dapat melihat hasil dari proyek yang telah menghabiskan anggaran besar tersebut.


Satt itu Anggota DPRD Kota Bima, Aswin Imansyah menilai keberadaan pagar seng yang belum dibongkar mengganggu akses masyarakat serta menimbulkan kesan proyek belum tuntas, padahal anggaran telah digunakan dan pekerjaan fisik disebut sudah rampung.


“Kalau pekerjaannya sudah selesai, tidak ada alasan lagi seng proyek tetap dipasang. Lapangan Serasuba ini fasilitas umum yang harus bisa dimanfaatkan masyarakat,” tegas salah satu anggota dewan.


Berita Terkait :

https://www.jangkabima.com/2026/01/Sudah-PHO-Mengapa-Pekerjaan-Masih-Berlangsung-Proyek-Serasuba-dan-Air-Bersih-Dipertanyakan.html

https://www.jangkabima.com/2026/01/Uang-Rakyat-Dipertaruhkan-Proyek-Proyek-Kota-Bima-2025-Satu-per-Satu-Disorot-Publik.html


Meski demikian, Pemerintah Kota Bima tetap pada pendiriannya untuk mempertahankan pagar seng hingga proyek lanjutan dimulai. Kebijakan ini pun berdampak pada sejumlah aktivitas masyarakat.


Selain tidak bisa digunakan untuk sholat Idulfitri, lokasi Lapangan Serasuba juga tidak dapat difungsikan sebagai pusat kegiatan Pasar Ramadhan tahun ini. Akibatnya, pemerintah terpaksa memindahkan kedua kegiatan tersebut ke lokasi alternatif.


Kondisi ini memicu kekecewaan warga yang selama ini menjadikan Lapangan Serasuba sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial, khususnya pada momentum bulan suci Ramadhan dan Idulfitri.


Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah bijak agar fasilitas publik tersebut dapat kembali dimanfaatkan, terlebih setelah anggaran besar telah digelontorkan untuk revitalisasi.

 

Juru Bicara Pemerintah Kota Bima Dr. Muhammad Hasyim,  yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Kota Bima menyampaikan bahwa penunjukan para imam dan khatib ini merupakan bagian dari persiapan pemerintah daerah dalam menyukseskan pelaksanaan Salat IdulFitri secara tertib, khidmat, dan terkoordinasi.


Beberapa lokasi utama pelaksanaan Salat IdulFitri di antaranya Halaman Kantor Wali Kota Bima/Masjid H.M. Nur A. Latif, Masjid Agung Al-Muwahhidin Kota Bima, Lapangan Pahlawan Raba, Lapangan Manggemaci, Halaman SMKN 2 Kota Bima, Halaman SMKPPN Jatiwangi, Lapangan KSOP/Pelabuhan Bima, serta Halaman Terminal Kumbe.(redd)

Baca Juga : 

https://www.jangkabima.com/2026/01/Dewan-Minta-Seng-Pemagar-Proyek-Lapangan-Serasuba-Dibongkar-Proyek-Disebut-Sudah-Selesai.html

https://www.jangkabima.com/2026/01/%20NasDem-Desak-Pemkot-Bima-Prioritaskan-Nasib-PKL-Minta-Pagar-Seng-Serasuba-Segera-Dibongkar.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.