-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Uang Rakyat Dipertaruhkan: Proyek-Proyek Kota Bima 2025 Satu per Satu Disorot Publik

| Senin, Januari 26, 2026 WIB Last Updated 2026-01-26T02:07:13Z

sejumlah protek jadi sorotan masyarakat (serasuba, air bersih,kanopi parkir,aspal jalan villa walikota)
Kota Bima, JangkaBima.- Sejumlah proyek pembangunan di Kota Bima yang dibiayai melalui anggaran tahun 2025 terus menuai persoalan dan menjadi sorotan luas masyarakat.

 

Tak hanya diduga dinilai bermasalah secara teknis, beberapa proyek bahkan telah dilaporkan secara resmi ke penegak hukum, memicu kekhawatiran atas tata kelola pembangunan daerah.

 

Proyek penataan Lapangan Serasuba Rp 3.2 milyar menjadi salah satu yang paling disorot. Meski telah dinyatakan Provisional Hand Over (PHO), di lapangan masih ditemukan aktivitas pekerjaan dan bagian yang belum tuntas. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait mekanisme serah terima dan pengawasan proyek.

 

Masalah juga muncul pada proyek SPAM air bersih Rp 10 milyar di sejumlah wilayah, termasuk Jatibaru Timur, Dara dan Sarae. Warga mengeluhkan air yang tidak mengalir maksimal, kualitas air keruh, serta perubahan sumber air dari rencana awal. Proyek yang diharapkan menjawab kebutuhan dasar masyarakat itu dinilai belum memberikan manfaat optimal.

 

Sorotan berikutnya tertuju pada proyek pengaspalan jalan menuju villa pribadi Wali Kota Bima. Proyek ini menuai polemik karena dianggap tidak sejalan dengan kondisi banyak jalan lingkungan warga yang rusak parah. Publik mempertanyakan skala prioritas pembangunan dan urgensi penggunaan anggaran daerah.

 

Terbaru, proyek kanopi parkir Rp 200 juta di komplek Paruga Nae atau tepatnya sebelah barat stadion Manggemaci dilaporkan roboh hanya beberapa bulan setelah selesai dikerjakan. Insiden tersebut semakin memperkuat kekhawatiran masyarakat terhadap kualitas konstruksi proyek-proyek pemerintah yang menggunakan dana publik.

 

Tak hanya itu, pembangunan RSUD Kota Bima Rp 131 milyar bersumber dari APBN juga tak luput dari sorotan. Sejumlah pekerjaan pada proyek rumah sakit tersebut disebut bermasalah dan menjadi bahan pengaduan masyarakat. Bahkan, sebagian laporan telah disampaikan secara resmi kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.

 

Begitupun rencana pembangunan gedung ruang rawat inap RSUD Kota Bima sudah dianggarkan Rp 30 Milyar tahun 2025 gagal dilaksanakan sesuai jadwal. Pemerintah Kota Bima akhirnya mengambil keputusan merubah skema, dari tahun jamak ke multiyear.

 

Artinya pembangunan dilakukan dua tahun yang akhirnya dimulai awal bulan Nopember 2025 hingga direncanakan selesai Agustus Tahun 2026. Padahal dalam rencana awal fasilitas kesehatan sudah dapat dinikmati masyarakat diawal tahun 2026.

 

Selain RSUD, proyek NUFReP (National Urban Flood Resilience Project) ratusan milyar dari bantuan bang dunia di Kota Bima juga turut menuai kritik. Proyek yang bertujuan meningkatkan ketahanan kota terhadap banjir itu disebut menghadapi berbagai kendala di lapangan, mulai dari dampak terhadap lingkungan sekitar hingga dugaan persoalan dalam pelaksanaan teknis.

 

Begitupun untuk rencana pembangunan kolam retensi di kawasan Ama Hami juga terancam gagal, setelah lahan pemerintah akan dijadikan lokasi pembangunan kini malah dikuasai oleh oknum warga dan bahkan telah di pagar keliling.

 

Akumulasi persoalan pada berbagai proyek tersebut mendorong desakan publik agar Pemerintah Kota Bima, DPRD, serta aparat pengawas internal melakukan evaluasi menyeluruh. Masyarakat meminta agar setiap laporan ditindaklanjuti secara transparan dan akuntabel, termasuk membuka hasil audit kepada publik.

 

Mewakili warga, Syamsurijal menilai, jika persoalan ini tidak ditangani secara serius, maka dapat berdampak pada menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

 

Publik berharap pembangunan ke depan tidak hanya mengejar serapan anggaran, tetapi benar-benar mengedepankan kualitas, manfaat, dan kepentingan masyarakat luas. Sebelumnya seperti diberikan, sejumlah proyek telah resmi dilaporkan ke penegak hukum seperti proyek pengendalian banjir program Nufprep, pengaspalan jalan menuju villa pribadi wali kota bima, pembangunan RSUD Kota Bima dan terakhir akan dilaporkan penataan lapangan Rerasuba.(red)

#kotabima #proyekbermasalah #bima #pemkotbima #airbersih #banjir #serasuba

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.