Notification

×

Iklan

Iklan

NasDem Desak Pemkot Bima Prioritaskan Nasib PKL, Minta Pagar Seng Serasuba Segera Dibongkar

| Selasa, Januari 13, 2026 WIB Last Updated 2026-01-13T14:06:16Z
Sekretaris Partai Nasdem Kota Bima, Suherman 
KOTA BIMA,JangkaBima. – Sekretaris Partai NasDem KotaBima, Suherman memberikan sorotan tajam terhadap proyek revitalisasi LapanganSerasuba yang hingga pertengahan Januari 2026 masih tertutup pagar seng.


NasDem mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bima untuk tidak hanya fokus pada pembangunan fisik, tetapi juga mengutamakan keberlangsungan hidup para Pedagang Kaki Lima (PKL) yang terdampak.


Kritik ini muncul setelah janji Pemerintah Kota Bima untuk merampungkan proyek pada akhir Desember 2025 meleset dari harapan para pedagang. Keberadaan pagar seng yang tak kunjung dibongkar telah memicu penurunan drastis omzet PKL karena akses pengunjung yang tertutup total.

 

Suherman mengungkapkan, perencanaan penataan Lapangan Serasuba sebaiknya dibangun atas konsep kawasan. Keberadaan bangunan lain seperti ASI Mbojo dan Masjid Sultan Salahudin maupun kawasan lainnya. Harus saling menunjang dalam menopang peningkatan pendapatan baik untuk daerah dan masyarakat. 

 

"Kami meminta pemerintah lebih peka terhadap jeritan ekonomi warga kecil. Revitalisasi ini tujuannya baik, tapi jangan sampai mematikan usaha PKL. Jika tahap pertama sudah selesai 100 persen, segera bongkar pagar sengnya agar pedagang bisa kembali berjualan dengan layak," tegas perwakilan fraksi NasDem.

 

Sikap NasDem ini sejalan dengan desakan sejumlah anggota dewan lainnya yang menilai alasan Dinas PUPR mempertahankan pagar untuk pengamanan proyek Tahap II tahun 2026 sebagai langkah yang kurang bijak. NasDem menekankan bahwa ruang publik seperti Serasuba harus segera dikembalikan fungsinya kepada masyarakat, terutama sebagai pusat ekonomi rakyat.

 

"Sebelum Lapangan Serasuba ini ingin dijadikan alun-alun atau dipercantik. Harus diselasakan dengan keberadaan Museum ASI, Masjid Sultan dan kawasan lain dalam proses pengembangannya," ucap dia.

 

"Dan yang paling penting. Dikonsepkan terlebih dahulu keberadaan pedagang-pedagang kecil yang mengais hidup dilapangan serasuba untuk kompensasi dan solusinya sebelum proses proyeo penataan dilakukan," jelas Suherman, Selasa (13/1/2026).

 

Kata dia, jangan sampai Lapangan Serasuba terlihat menawan. Tapi perut pedagang dan usaha PKL banyak yang gulung tikar akibat perputaran usaha yang terhambat akibat proyek yang menutup area lapangan dan tak ada pengunjung selama kegiatan proyek berjalan.

 

Ia menambahkan, di tahun anggaran 2026, Pemkot sudah menganggarkan Rp5 miliar untuk lanjutan proyek penataan ini. Dan bagaimana nasib PKL-PKL di sana? Tentunya kalau tidak disiapkan alternatif solusi sebelumnya. 

 

"Potensi semua PKL yang ada di Serasuba sebelum proyek taman dilakukan. Akan tumbang satu per satu yang menambah angka jumlah pengangguran di Kota Bima," jelasnya.

 

Ia menegaskan, keberadaan PKL-PKL adalah kepentingan hajat hidup masyarakat Kota Bima. Ini Harus terkonsep dengan baik dan humanis. 

 

Belum lagi, lanjut dia, pemberian rombong yang dikeluhkan PKL tidak tepat sasaran. Dan ini perlu diawasi. Pihak pemberi bantuan yang dalam hal ini Dinas Koperindag jika menyalahgunakan barang bantuan di luar kepentingan PKL yang terdampak proyek lapangan. Harus diberikan sanksi yang tegas.

 

"Kami harap Pemerintah Kota Bima dapat menata daerah dan memperhatikan masyarakat dengan baik dan tak ada lagi teriakan kekecewaan dari rakyat yang didzolimi akibat sistim saat ini," tandasnya.

 

NasDem berkomitmen akan terus mengawal persoalan ini dalam rapat-rapat komisi di DPRD agar Pemkot Bima segera memberikan solusi konkret bagi para pedagang yang kian terpuruk.(red)

#pkl #lapanganserasuba #kotabima #revitalisasi #bima

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.