-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Dikonfirmasi Soal Status Aset Lapangan Serasuba, Kepala BPPKAD Kota Bima Bungkam

| Jumat, April 03, 2026 WIB Last Updated 2026-04-03T02:02:36Z
Lapangan Serasuba masih dipagar seng, proyek revitalisasi tahun 2025 habiskan anggaran Rp 3.1 milyar 
Kota Bima, JangkaBima. – Transparansi mengenai status aset dan pengelolaan pasca-revitalisasi Lapangan Serasuba kini menjadi sorotan. Sayangnya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Bima, Siswadi, S.Si., M.Ak, enggan memberikan keterangan saat dimintai konfirmasi oleh awak media terkait detail operasional dan pemanfaatan aset publik tersebut.


Saat media ini coba konfirmasi diruang kerjanya, Kamis (2/4/2026) stafnya mengatakan bahwa Kepala BPPKAD sedang dinas luar luar daerah. Kemudian dihubungi via telepon pun tak memberikan respon.


Sikap diam pucuk pimpinan BPPKAD ini memicu spekulasi di kalangan masyarakat terkait kejelasan hak guna dan pemeliharaan jangka panjang area yang menjadi ikon baru Kota Bima tersebut.


Padahal, keterbukaan informasi mengenai aset daerah sangat krusial mengingat adanya pengawasan ketat dari aparat penegak hukum terhadap aset-aset strategis di Kota Bima, seperti yang saat ini terjadi pada kasus lahan lainnya di kawasan Pantai Amahami.

Baca juga :

https://www.jangkabima.com/2026/04/Pansus-Aset-DPRD-Temukan-Fakta-Lapangan-Serasuba-Bukan-Milik-Pemkot-Bima.html


Sebagaimana diketahui, Lapangan Serasuba baru saja melewati tahap revitalisasi besar-besaran yang dipantau langsung oleh Wali Kota Bima, H. A. Rahman H. Abidin. Proyek dengan anggaran sekitar Rp 3 miliar ini telah mencapai progres signifikan hingga 99 persen pada akhir Desember 2025. Namun, muncul sorotan dari warga dan anggota DPRD, kenapa pagar seng proyek hingga kini tak mau dibongkar.


Untuk informasi, pansus aset DPRD Kota Bima mengungkap tabir mengenai status aset Lapangan Serasuba saat lakukan sidak ke lokasi.


Didapati informasi, bahwa lapangan Serasuba belum tercatat dalam inventaris aset Pemerintah Kota Bima. Karena status masih dibawah kepemilikan kesultanan Bima.(Red)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.