-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pembangunan Kolam Retensi, Sekda Kota Bima Pastikan Status RTH Taman Ria Tak Berubah

| Jumat, Mei 15, 2026 WIB Last Updated 2026-05-15T08:08:10Z
Sekda kota bima, Drs H Fakhrunraji 
Kota Bima,JangkaBima.-Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima, Drs. H. Fakhrunraji, menegaskan bahwa pembangunan kolam retensi di Kelurahan Monggonao (kawasan Taman Ria atau Dae La Kosa) merupakan proyek strategis jangka panjang. Ia meminta masyarakat menghentikan polemik karena infrastruktur pengendali banjir ini sudah mulai berjalan di lapangan.

 

Proyek tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas penataan lingkungan sekaligus menyelesaikan masalah banjir tahunan yang kerap melanda wilayah hilir Kota Bima.

 

"Kolam retensi kan sudah jalan, nantinya dilakukan penataan lebih baik dan ditanam lebih banyak pohon," ujar Sekda Kota Bima, Drs. H. Fakhrunraji dikonfirmasi usai hadiri Rapat Paripurna di Gedung DPRD, Kamis (15/5/2026)

 

Menanggapi kritik publik terkait dampak fisik proyek? Fakhrunraji menyatakan bahwa setiap pembangunan daerah pasti membawa konsekuensi perubahan lanskap lingkungan. Saat ini Pekerjaan fisik di lapangan terus berproses demi mengejar target fungsional infrastruktur.

 

Disampaikan pula, bahwa Pemkot Bima menjamin akan menanam kembali lebih banyak pohon di sekitar kolam untuk mengganti vegetasi terdampak. Sehingga status Ruang Terbuka Hijau (RTH) tetap terjaga, malah penataannya akan lebih modern.

 

Untuk itu dirinya menjamin tidak ada perubahan status hukum pada lahan RTH di Taman Ria. Bahkan fungsi ekologis asli tetap dipertahankan, namun kini dioptimalkan dengan konsep multi-fungsi (multi-purpose) demi keselamatan warga kota.

 

Pertama, selain untuk kepentingan pengendalian banjir berkelanjutan, juga tujuan pembangunan kolam retensi menjadi lokasi daerah resapan air, kemudian juga paling urgen menahan reduksi air laut.

 

Multi fungsi pembangunan kolam retensi ini sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan kedepannya. Termasuk pada sektor pariwisata. Selain aspek ekologis dan mitigasi banjir, Pemkot Bima memproyeksikan area Taman Dae La Kosa menjadi pusat interaksi sosial yang estetik bagi warga perkotaan.

 

Untuk itu dirinya mengimbau publik memiliki cara pandang jauh ke depan demi mitigasi bencana berkelanjutan.

 

Ditanyakan pembangunan kolam retensi di kawasan Ama Hami? Jelas Sekda, tak ada masalah tetap akan dilanjutkan pembangunannya.

 

Untuk informasi, belakangan pembangunan kolam retensi di Taman Ria muncul polemik setelah adanya aktivitas pemotongan pohon dilokasi proyek, pembangunan kolam retensi di Kota Bima menelan anggaran Rp62 milyar bersumber dari Bank Dunia melalui program Nufrep.(red)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.