-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Heboh Mayat Pria Ditemukan di Semak Dekat SMPN 7 Kota Bima

| Minggu, Mei 10, 2026 WIB Last Updated 2026-05-10T12:35:18Z

 

Ilustrasi 
Kota Bima,JangkaBima. – Warga Kelurahan Jatiwangi, Kota Bima, mendadak gempar pada Minggu (10/5/2026) sore. Sesosok mayat laki-laki ditemukan tergeletak di area semak-semak dekat sekolah SMPN 7, Lingkungan Gindi.


Penemuan ini pertama kali diketahui oleh warga setempat yang sedang melintas di sekitar lokasi. Saat ditemukan, jasad pria tersebut mengenakan kaus oblong dan celana pendek. Salah satu ciri mencolok yang menjadi perhatian warga adalah adanya tulisan atau tato bertuliskan "Rangga" di salah satu bagian tubuhnya.


Kabar penemuan ini langsung menyebar cepat di media sosial dan menjadi perbincangan hangat netizen. Identitas pasti korban masih menjadi tanda tanya besar, namun informasi yang beredar di kalangan warga menyebutkan bahwa korban diduga merupakan warga Kelurahan Melayu.


Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian mengenai kronologi maupun penyebab kematian korban. 


Dikutip dari Metromini Media, jasad pria yang mengenakan kaus oblong dan celana pendek tersebut pertama kali ditemukan oleh seorang anak kecil usai waktu Ashar. Terkejut melihat tubuh tergeletak, anak tersebut langsung lari melapor ke keluarganya.


Syafruddin, warga setempat yang sempat mengunggah kejadian tersebut ke media sosial, mengonfirmasi bahwa penemuan ini memicu kehebohan besar. 


"Anak itu pertama kali melihat korban tergeletak, langsung lari ke rumah dan memberitahukan keluarganya," ungkapnya.


Syafruddin juga menambahkan adanya kecurigaan warga terkait kondisi penemuan tersebut. "Kuat dugaan mayat tersebut dibuang oleh pelaku," tambahnya.


Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap identitas resmi, motif, serta siapa pelaku di balik peristiwa ini.(Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.