-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Miris, Siswa di Pinggiran Kota Bima Harus Tempuh 15 Km Demi Ikut Ujian Online

| Jumat, Mei 08, 2026 WIB Last Updated 2026-05-08T12:25:35Z
Aktifitas para siswa saat menuju lokasi memiliki jaringan internet untuk ujian online 
Kota Bima, JangkaBima.- guru dari sekolah di wilayah pinggiran Kota Bima tepatnya di Kelurahan Lela Mase, Kecamatan Rasanae Timur Kota Bima menyampaikan surat terbuka kepada Pemerintah Kota Bima, khususnya Wali Kota Bima H Arahman Abidin dan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Bima terkait minimnya akses internet di sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil.


Keluhan tersebut disampaikan melalui surat terbuka yang menggambarkan beratnya perjuangan siswa dan guru dalam menghadapi kegiatan pendidikan berbasis digital yang kini semakin masif diterapkan.


Dalam surat itu, salah satu guru melalui akun Facebook "Yats Al Fathan" pada Jum'at (8/5/2026) mengungkapkan, bahwa hingga saat ini banyak siswa di wilayah pinggiran Kota Bima masih kesulitan mendapatkan jaringan internet untuk mengikuti berbagai agenda pendidikan berbasis online seperti Olimpiade Sains Nasional (OSN), Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), Tes Kompetensi Akademik (TKA), hingga kegiatan pembelajaran daring lainnya.


Ironisnya, para siswa disebut harus menempuh perjalanan sejauh 15 hingga 20 kilometer hanya untuk mencari lokasi yang memiliki sinyal internet agar bisa mengikuti ujian maupun kegiatan online.


“Mereka berangkat dengan rasa cemas, takut terlambat, takut jaringan tiba-tiba hilang, dan takut gagal bukan karena kemampuan mereka, tetapi karena kondisi yang tidak berpihak,” tulis perwakilan guru dalam surat tersebut.


Tak hanya itu, para siswa juga kerap terpaksa mengikuti kegiatan daring di halaman kantor, pinggir jalan, hingga lokasi tertentu yang memiliki akses sinyal lebih baik. Kondisi itu membuat mereka harus menghadapi panas, hujan, kelelahan, bahkan mengeluarkan biaya transportasi tambahan.


Para guru menilai kondisi tersebut sebagai bentuk ketimpangan akses pendidikan yang masih terjadi di Kota Bima. Mereka menegaskan bahwa anak-anak di wilayah pinggiran memiliki mimpi dan hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak seperti siswa di wilayah perkotaan.


“Kami bukan mencari belas kasihan. Kami hanya memperjuangkan hak anak-anak kami untuk mendapatkan kesempatan yang sama,” isi surat tersebut.


Melalui surat terbuka itu, para guru berharap Pemerintah Kota Bima segera mengambil langkah konkret untuk menghadirkan akses internet yang memadai di sekolah-sekolah pinggiran agar siswa tidak lagi dirugikan oleh keterbatasan infrastruktur digital.


Mereka menegaskan, pemerataan pembangunan pendidikan tidak boleh hanya terpusat di wilayah perkotaan, sementara sekolah-sekolah di daerah pinggiran terus tertinggal.


“Jangan biarkan mimpi anak-anak di ujung Kota Bima kalah hanya karena tempat mereka dilahirkan,” tutup surat tersebut.


Surat ini kini menjadi sorotan publik dan diharapkan mendapat respons serius dari Pemerintah Kota Bima agar persoalan akses internet di dunia pendidikan segera mendapat solusi.


Catatan akhir "Di ujung kota, sinyal mungkin lemah. Tapi suara mereka sedang mencoba menembus tembok birokrasi" (red)

#pendidikan #sekolah #osn #anbk #kotabima

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.