-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Waspada! Kota Bima Alami Tekanan Inflasi Tertinggi di NTB

| Kamis, Mei 07, 2026 WIB Last Updated 2026-05-07T04:44:22Z

 

Website BPS Kota Bima terkait angka inflasi Tahun 2026
Kota Bima,JangkaBima.-Berdasarkan data terbaru dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bima per April 2026, inflasi tahunan (year on year/y-on-y) Kota Bima menyentuh angka 4,23 persen tertinggi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dari batas aman 3.5 persen.


Dengan indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,69. Angka ini menempatkan Kota Bima sebagai daerah dengan kenaikan harga paling signifikan di wilayah NTB.


BPS Kota Bima melalui pres riliesnya di laman https://bimakota.bps.go.id/id/  pada tanggal 5 Mei 2926 menyampaikan, Kenaikan harga terjadi di seluruh kelompok pengeluaran (11 kelompok). Lonjakan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang meroket hingga 12,80 persen, disusul oleh kelompok pendidikan sebesar 6,97 persen, dan kelompok makanan, minuman, serta tembakau sebesar 4,78 persen.

 

Secara spesifik, beberapa komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi tahunan antara lain, Emas perhiasan dan angkutan udara, Biaya pendidikan tinggi (Akademi/Perguruan Tinggi).

 

Kemudian kebutuhan pokok seperti ayam hidup, tomat, dan rokok (SKM), Kondisi Bulanan: Transportasi Udara dan Gas Jadi Pemicu
Untuk tingkat inflasi bulanan (month to month/m-to-m), Kota Bima mengalami kenaikan sebesar 0,28 persen. Secara kumulatif, inflasi tahun berjalan (year to date/y-to-d) April 2026 telah mencapai 2,09 persen.

 

Dalam satu bulan terakhir, tarif angkutan udara dan bahan bakar rumah tangga menjadi motor penggerak inflasi m-to-m, diikuti oleh harga telepon seluler dan air kemasan.


Faktor Penyeimbang (Deflasi), meskipun inflasi cukup tinggi, tekanan harga sedikit teredam oleh penurunan harga (deflasi) pada beberapa komoditas laut dan bumbu dapur. Ikan nila, ikan bandeng, bawang merah, cabai rawit, dan bawang putih tercatat mengalami penurunan harga, sehingga membantu mencegah lonjakan inflasi yang lebih ekstrem.

 

Dengan kondisi ini, masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap fluktuasi harga, terutama pada sektor jasa dan transportasi yang memberikan andil cukup besar terhadap IHK Kota Bima.(red)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.