![]() |
| Website BPS Kota Bima terkait angka inflasi Tahun 2026 |
Dengan indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 112,69. Angka ini menempatkan Kota Bima sebagai daerah dengan kenaikan harga paling signifikan di wilayah NTB.
BPS Kota Bima melalui pres riliesnya di laman https://bimakota.bps.go.id/id/ pada tanggal 5 Mei 2926 menyampaikan, Kenaikan harga terjadi di seluruh kelompok pengeluaran (11 kelompok). Lonjakan tertinggi terjadi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang meroket hingga 12,80 persen, disusul oleh kelompok pendidikan sebesar 6,97 persen, dan kelompok makanan, minuman, serta tembakau sebesar 4,78 persen.
Secara spesifik,
beberapa komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi tahunan antara lain, Emas
perhiasan dan angkutan udara, Biaya pendidikan tinggi (Akademi/Perguruan
Tinggi).
Kemudian kebutuhan pokok seperti ayam hidup, tomat, dan rokok (SKM), Kondisi
Bulanan: Transportasi Udara dan Gas Jadi Pemicu
Untuk tingkat inflasi bulanan (month to month/m-to-m), Kota Bima
mengalami kenaikan sebesar 0,28 persen. Secara kumulatif, inflasi tahun
berjalan (year to date/y-to-d) April 2026 telah mencapai 2,09 persen.
Dalam satu bulan
terakhir, tarif angkutan udara dan bahan bakar rumah tangga
menjadi motor penggerak inflasi m-to-m, diikuti oleh harga telepon seluler dan
air kemasan.
Faktor Penyeimbang
(Deflasi), meskipun inflasi cukup tinggi, tekanan harga sedikit
teredam oleh penurunan harga (deflasi) pada beberapa komoditas laut dan bumbu
dapur. Ikan nila, ikan bandeng, bawang merah, cabai rawit, dan bawang putih
tercatat mengalami penurunan harga, sehingga membantu mencegah lonjakan inflasi
yang lebih ekstrem.
Dengan kondisi ini,
masyarakat diharapkan tetap waspada terhadap fluktuasi harga, terutama pada
sektor jasa dan transportasi yang memberikan andil cukup besar terhadap IHK
Kota Bima.(red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.