-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Kualitas Proyek Serasuba Rp4 Miliar Diduga Amburadul, Imam Plur: Jangan Bungkam Publik dengan Alasan Pemeliharaan

| Rabu, April 29, 2026 WIB Last Updated 2026-04-29T09:11:27Z

Imam Plur DKK saat mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Bima mempertanyakan penanganan kasus dugaan korupsi proyek revitalisasi lapangan Serasuba 
Kota Bima,JangkaBima.-Kualitas proyek revitalisasi kawasan Taman Serasuba senilai Rp 4 Milyar diduga amburadul, sementara Pemerintah Kota Bima beralasan masih dalam tahap pemeliharaan.

 

“massa pemeliharaan jangan dijadikan alasan, karena faktanya kualitas pekerjaan proyek Serasuba bermasalah sejak awal,” ungkap Imam Plur pada JangkaBima.com, Rabu (29/4/2026).


Ia menilai penjelasan pihak terkait yang hanya berfokus pada satu titik kerusakan tidak menggambarkan kondisi riil di lapangan. Narasi yang menyebutkan bahwa kerusakan tersebut hanyalah kendala teknis biasa dalam masa pemeliharaan dianggap tidak menjawab persoalan mendasar.

 

Berdasarkan pengamatan langsung, indikasi ketidaksesuaian kualitas diduga terjadi secara masif, bukan hanya pada item keramik, melainkan pada berbagai elemen pekerjaan lain dalam proyek penataan kawasan senilai Rp4 miliar tersebut.

 

"Kondisi ini tidak bisa dipisahkan dari dugaan lemahnya perencanaan, pelaksanaan teknis, hingga pengawasan di lapangan. Kami mempertanyakan kesiapan pelaksana dan konsultan pengawas dalam memastikan material serta metode kerja sesuai spesifikasi teknis," tegas Imam.


Jelasnya, persoalan ini tidak lagi sekadar menjadi konsumsi opini publik. Imam menegaskan bahwa pihaknya telah menyampaikan laporan resmi kepada Kejaksaan Negeri Bima untuk ditindaklanjuti secara hukum.

 

Laporan tersebut mendesak aparat penegak hukum untuk menguji seluruh item pekerjaan, mulai dari aspek sipil, landscape, utilitas, hingga elemen penunjang lainnya “Hari ini, kami juga mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Bima guna mendorong percepatan proses penanganan kasus tersebut agar berjalan transparan dan akuntabel,” ungkapnya.

 

Publik kini mendesak agar klarifikasi dari pihak rekanan atau dinas terkait tidak berhenti pada pembelaan teknis yang parsial. Audit menyeluruh terhadap kualitas, volume, dan kesesuaian dokumen kontrak menjadi harga mati.

 

"Kami menempatkan seluruh dugaan ini dalam koridor pembuktian hukum, bukan sekadar opini. Ini penting agar tidak terjadi bias informasi dan demi menjaga prinsip transparansi serta akuntabilitas pembangunan di Kota Bima," tutupnya.(red)


https://www.jangkabima.com/2026/04/Pagar-Seng-Proyek-Serasuba-Dibuka-Tegel-dan-Tanggul-Rusak-PUPR-Pastikan-Rekanan-Perbaiki.html

https://www.jangkabima.com/2026/04/Dugaan-Mark-up-Skandal-Proyek-Serasuba-Rp-3.2-Milyar-Akhirnya-Resmi-Dilaporkan-ke-Kejari-Bima.html

https://www.jangkabima.com/2026/04/%20Kerabat-Kesultanan-Bima-Luruskan-Status-Lapangan-Serasuba-Pengklaiman-Pemkot-Bima-Terbantahkan.html

#serasuba #kasushukum #proyekrevitalisasi #kotabima


Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.