-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Warga Miskin Ekstrem di Kota Bima Terabaikan, Aji Maman Tuding Pemerintah Gagal

| Senin, Maret 23, 2026 WIB Last Updated 2026-03-23T12:49:47Z

 

Anggota DPRD provinsi NTB, Muhammad Aminurlah
Kota Bima, JangkaBima. – Kondisi memprihatinkan yang dialami pasangan suami-istri Siti Mariam dan Jaharudin, warga Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, menuai perhatian serius dari anggota DPRD NTB, Muhammad Aminurlah yang akrab disapa Aji Maman.


Ia menyampaikan keprihatinan mendalam atas nasib pasutri tersebut yang hingga kini belum tersentuh bantuan, meski telah berulang kali didata oleh pihak terkait. Menurutnya, kondisi ini mencerminkan adanya persoalan serius dalam sistem pendataan dan penyaluran bantuan sosial.


“Ini tidak boleh terus terjadi. Kalau sudah didata berkali-kali tapi tidak pernah terealisasi, berarti ada yang salah dalam sistem. Pemerintah harus bertanggung jawab,” tegasnya, Minggu (22/3/2026).


Aji Maman menegaskan akan segera turun langsung ke lapangan untuk memastikan pasangan tersebut mendapatkan bantuan yang layak. Ia juga berkomitmen mengawal persoalan ini hingga tuntas dengan menggandeng pemerintah daerah dan instansi terkait.


“InsyaAllah saya akan bantu dan kawal. Ini bukan hanya soal satu keluarga, tapi soal keadilan sosial. Jangan sampai warga miskin ekstrem terus terabaikan,” ujarnya.


Baca Juga :

https://www.jangkabima.com/2026/03/Ironi-di-Kota-Bima-Rumah-Nyaris-Roboh-Pasutri-Ini-Tak-Pernah-Tersentuh-Bantuan.html


Di tengah keterbatasan yang menghimpit, Siti Mariam dan Jaharudin masih menggantungkan harapan kepada Badan Amil Zakat Nasional agar dapat membantu melalui program bedah rumah.


Diketahui, pasangan tersebut hidup dalam kondisi serba kekurangan dan masuk kategori miskin ekstrem. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mereka hanya mengandalkan pekerjaan serabutan dengan penghasilan yang tidak menentu.


Kasus ini menjadi sorotan serius sekaligus tamparan keras bagi pemerintah, khususnya dalam hal validasi data dan distribusi bantuan sosial. Evaluasi menyeluruh dinilai sangat mendesak agar program bantuan benar-benar tepat sasaran, bukan sekadar ritual pendataan yang berulang tanpa ujung.(Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.