![]() |
| Ketua KONI Kota Bima, Alvian Indrawirawan |
Meskipun telah melakukan langkah efisiensi ekstrem, KONI menegaskan bahwa alokasi anggaran Rp 2,5 miliar saat ini masih jauh dari kebutuhan ideal operasional kontingen.
Ketua KONI Kota Bima, Alfian Indrawirawan, menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) ketat melalui bidang Bimteks dan Pengurus Harian. Hasilnya, struktur kontingen dirampingkan secara signifikan dari data awal 600 orang menjadi 450 atlet dan ofisial.
"Sesuai ketersediaan anggaran Rp 2,5 miliar saat ini, kita sebenarnya hanya mampu memfasilitasi 150 atlet secara ideal. Sementara target kita adalah memberangkatkan 400 atlet dan ofisial. Itu pun sudah hasil pemangkasan besar-besaran," ungkap Dae Pawan sapaan akrabnya.
Rincian anggaran yang ada saat ini terbagi menjadi Rp 1 miliar untuk pembinaan atlet dan Rp 1,5 miliar untuk operasional selama pelaksanaan Porprov. Besarnya kebutuhan operasional ini dipicu oleh lokasi Porprov 2026 yang tidak lagi terpusat di satu wilayah, melainkan tersebar di Lombok Timur, Lombok Barat, Lombok Tengah, hingga Sumbawa Barat (KSB).
"Kondisi ini menambah beban anggaran dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena mobilitas yang tinggi. Kami sangat memahami efisiensi anggaran daerah, namun kami berharap adanya atensi dari Wali Kota Bima agar ada penambahan dana sebesar Rp 1,5 hingga Rp 2 miliar pada APBD Perubahan," tegasnya.
Tambahnya, perbandingan anggaran Poprov sebelumnya itu Rp 5 milyar, kalaupun bisa disamakan agar target mendali dapat lebih maksimal diraih.
Lanjut Dae Pawan, Penambahan ini dinilai krusial untuk membiayai penguatan pembinaan intensif selama dua bulan menjelang hari H.
Dirinya pun optimis, dengan dukungan anggaran yang kurang memadai, Kota Bima mampu mendongkrak prestasi dari posisi ke-7 pada edisi sebelumnya menuju posisi 5 besar pada Porprov NTB 2026.
Dari posisi ke tujuh Poprov empat tahun lalu ditengah keterbatasan anggaran saat ini bisa naik ke peringkat " Kita tak berharap banyaklah, dari posisi tujuh bisa Bima naik ke peringkat lima," harapnya.
Disampaikan pula informasi, sebenarnya Kota Bima mendapatkan jatah tuan rumah cabor Bilyar. Namun kendala anggaran harus disediakan untuk persiapan venue dan operasional lainnya sekitar Rp 1 milyar, sehingga terpaksa tak jadi, lebih baik fokus untuk memaksimalkan persiapan atlit sudah ada.
Dalam waktu dekat, Alfian Indrawirawan beserta jajaran pengurus KONI dan perwakilan cabang olahraga (cabor) potensial dijadwalkan akan menghadap Wali Kota Bima untuk membicarakan solusi atas minimnya anggaran pembinaan ini.(Red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.