-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkot Bima Pangkas Anggaran STQ, Panitia Terpaksa Akan Gelar Lomba Sederhana Dalam Masjid

| Kamis, Juni 11, 2026 WIB Last Updated 2026-06-11T02:42:31Z

Ilustrasi STQ
Kota Bima, JangkaBima.- Rencana pelaksanaan Seleksi Tilawatil Quran (STQ) tingkat Kelurahan Rabadompu Barat menjadi salah satu topik yang dibahas dalam kegiatan pertemuan warga (Mbolo Kampo)) yang digelar warga setempat, Rabu malam (10/6/2026).

 

Namun untuk anggaran makan minum tamu pemerintah sangat fantastis, berdasarkan data dari sirup Kota Bima tahun 2026 ini mencapai Rp 1.8 milyar. Ditambah anggaran untuk rekrut pegawai outsourcing senilai hampir Rp 1.5 milyar.


rencana pelaksanaan STQ super sederhana itu diinformasi Ketua RW 03 Kelurahan Rabadompu Barat, Syafruddin dan Ketua RT 08, Mansur bahwa  rencana pelaksanaan STQ tingkat Kelurahan tahun 2026 tidak semeriah biasanya, karena adanya pemangkasan anggaran.


hal itu juga dibenarkan oleh Ketua Panitia STQ Tingkat Kelurahan Rabadompu Bara, Yan Ustari Udayana, bahwa Tahun 2026 ini anggaran dialokasikan Pemkot Bima hanya Rp10 juta dari biasanya hampir Rp40 juta. 


alasan pemerintah, efisiensi anggaran dan walaupun anggaran minim tentunya pelaksanaan kegiatan keagamaan seperti STQ tetak akan dilaksanakan dengan anggaran seadanya tersebut.


"Menurutnya, meskipun anggaran penyelenggaraan STQ tahun ini mengalami pengurangan yang cukup signifikan, kami tetap mengajak  masyarakat untuk menyukseskan kegiatan syiar Islam tersebut diharapkan tetap terjaga,"ujarnya.

 

lebih lanjut disampaikan, imbas dari sangat minimnya nggaran maka pelaksanaan STQ tingkat Kelurahan Rabadompu Barat digelar secara sederhana saja, tidak ada lagi mibar megah tetapi langsung dalam masjid " kita nanti pengertian  dari dewan hakam dan hadiahnya seadanya bagi para peserta," ucapnya.


 Hal senada disampaikan Ketua RT 08, Mansur. Ia mengakui pelaksanaan STQ tahun ini kemungkinan tidak akan semeriah tahun-tahun sebelumnya karena keterbatasan anggaran yang tersedia.

 

Menurutnya, sejumlah kegiatan terpaksa disederhanakan, termasuk lokasi pelaksanaan yang hanya dipusatkan di dalam masjid dan hadiah bagi peserta yang disesuaikan dengan kemampuan panitia.

 

"Tahun ini kemungkinan tidak semeriah biasanya. Anggaran sangat minim, sehingga kegiatan hanya digelar di dalam masjid dan hadiah yang diberikan juga seadanya. Namun yang terpenting adalah semangat pembinaan generasi Qurani tetap berjalan," katanya.

 

Untuk diketahui, Pemerintah Kota Bima pada tahun anggaran 2026 melakukan pemangkasan terhadap sejumlah pos anggaran yang berkaitan dengan kegiatan keagamaan dan sosial dengan alasan efisiensi anggaran.

 

Salah satu yang terdampak adalah anggaran penyelenggaraan STQ tingkat kelurahan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya setiap kelurahan mendapatkan alokasi sekitar Rp30 juta, pada tahun 2026 anggaran tersebut berkurang menjadi sekitar Rp10 juta.

 

Kalau biasanya kegiatan STQ dilaksanakan begitu meriah dengan konsep panggung dan ornamen megah. Dengan kondisi anggaran minim  membuat panitia STQ di sejumlah kelurahan harus menyesuaikan konsep pelaksanaan kegiatan dengan kemampuan anggaran yang tersedia, termasuk mengurangi skala kegiatan dan fasilitas pendukung.

 

Selain anggaran STQ, Pemerintah Kota Bima juga memangkas sejumlah anggaran lainnya, seperti hibah pembangunan masjid yang sebelumnya tersedia bagi masyarakat. Tidak hanya itu, insentif bagi kader Posyandu, RT, RW, marbot masjid, hingga bilal juga ikut terdampak kebijakan efisiensi anggaran tersebut.

 

Meski demikian, masyarakat berharap berbagai kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda tetap dapat berjalan optimal melalui dukungan swadaya dan partisipasi warga, sehingga semangat syiar Islam di lingkungan kelurahan tidak ikut berkurang akibat keterbatasan anggaran.


Disisi lain, Wali Kota Bima saat pilkada 2024 dalam janji politiknya bila terpilih akan menaikan anggaran kegiatan keagamaan, namun malah terjadi pemangkasan, alasannya efisiensi anggaran dan itu terjadi tidak saja di Kota Bima namun seluruh daerah di Indonesia.(red)

 #STQ  #kotabima #MTQ #efisiensianggaran #keagamaan #bima

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.