-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tinjau Korban Banjir di Lampe, Anggota DPRD NTB Aji Maman Kaget Warga Masih Menumpang

| Sabtu, Maret 28, 2026 WIB Last Updated 2026-03-28T11:26:26Z

Kunjungan anggota DPRD NTB dilokasi korban banjir Kelurahan Lampe, Kota Bima 
Kota Bima, JangkaBima.Com.-Anggota DPRD Provinsi NTB dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H. Muhammad Aminurlah, melakukan kunjungan langsung untuk meninjau kondisi korban banjir di Kelurahan Lampe, Kota Bima, Sabtu (28/3/2026) pagi.

 

Dalam kunjungan tersebut, sosok yang akrab disapa Aji Maman ini menyerahkan paket sembako sebagai bentuk kepedulian. Namun, di sela peninjauan, ia mengaku terkejut mendapati fakta bahwa lima bulan pasca-bencana, penanganan bagi warga yang kehilangan tempat tinggal masih jalan di tempat.

 

Lima Bulan Menunggu Kepastian :

Aji Maman menyoroti nasib tiga keluarga yang rumahnya hanyut dan roboh total akibat banjir besar awal November 2025 lalu. Hingga kini, belum ada bantuan pembangunan kembali rumah bagi para korban.

 

"Sudah lima bulan, tapi belum ada penanganan lanjutan. Sejauh ini hanya bantuan tanggap darurat saja. Seharusnya pemerintah menjadikan ini prioritas, apalagi mereka sudah tidak punya rumah dan harus menumpang di rumah orang tua atau kerabat," tegas Duta PAN tersebut.


baca juga : https://www.jangkabima.com/2025/11/2261-jiwa-terdampak-banjir-kota-bima-1.html

Aji Maman menegaskan, pemerintah harus hadir secara nyata, tidak hanya dalam bentuk bantuan tanggap darurat, tetapi juga pemulihan jangka panjang “Yang harus dilihat itu bagaimana menyelamatkan pemukiman warga dan lahan pertanian,” katanya.


Ia juga mempertanyakan lambannya pembangunan kembali rumah warga yang terdampak. Menurutnya, tidak seharusnya korban dibiarkan terlalu lama tanpa kepastian tempat tinggal. Kunjungan ini diharapkan menjadi pelecut bagi pihak eksekutif untuk segera merealisasikan bantuan fisik bagi korban bencana dan melakukan normalisasi sungai demi mencegah dampak banjir susulan di masa mendatang.

 

pada kesempatan itu, Aji Maman pada korban dan Lurah setempat saat kembali ke Mataram akan berkoordinasi dengan Banzas NTB agar sekiranya dapat jadikan prioritas bantuan bedah rumah bagi warga jadi korban banjir.


Salah satu korban, Furkan, membenarkan kondisi tersebut. Ia mengaku terpaksa tinggal di rumah keluarga karena tidak ada pilihan lain. Meski telah menerima bantuan sembako dan terpal dari pemerintah, kepastian mengenai bantuan rekonstruksi rumah masih gelap.

 

Besar harapan dengan kunjungan anggota DPRD NTB bantuan pembangunan rumah bisa cepat terealisasi, sehingga tak lagi menumpang di rumah kerabat. Furkan sendiri jadi korban banjir setelah bagian belakang rumahnya roboh akibat banjir dan saat ini terpaksa membongkar seluruh bangunan utama pasca kejadian. selain Furkan, satu rumah lainnya milik Burhan di RT 06 RW 02 Kelurahan Lampe yang sepenuh hanyut terbawa arus banjir.

 

Tak saja itu, harapan para korban banjir Lampe, agar DAS bisa dilakukan rehabilitasi, sehingga saat banjir warga yang bermukim disepanjang bantaran sungai tak lagi takut “ harapan DAS bisa di perbaiki agar arus banjir tidak terus menggerus lahan pemukiman kami,” harapnya.


Langkah konkret pemerintah, khususnya melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), agar segera merealisasikan pembangunan kembali rumah warga terdampak. Bencana telah berlalu, namun luka dan kehilangan masih membekas. Di tengah ketidakpastian, warga hanya berharap satu hal kehadiran nyata negara untuk memulihkan kehidupan mereka.

 

Lurah Lampe, H Muslim pun menyampaikan harapan pada wakil rakyat hadir, mungkin kedepan bisa dibangun DAM besar dibagian hulu, sehingga arus banjir bisa terkendali.(red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.