![]() |
| Kondisi Porter dan penumpang saat turun dan naik menggunakan tangga darurat |
Hal itu terjadi karena tangga utama dari kapal dan tangga disediakan pengelolaan Pelabuhan Bima dilaporkan mengalami kerusakan saat kapal dalam proses sandar.
Akibat kondisi tersebut, proses turun penumpang berlangsung lebih lambat dari biasanya. Para penumpang harus bergantian menggunakan tangga darurat yang disiapkan oleh kru kapal demi menjaga keselamatan.
Video ratusan penumpang turun dengan menggunakan tangga darurat pun viral setelah di upload Akun Facebook Porter Bima.
"Kasian para penumpang dan buruh terpaksa gunakan tangga darurat," ujarnya. Kondisi tangga darurat sangat membahayakan, sempit dan sangat miring.
Sejumlah penumpang mengaku khawatir dengan kondisi tersebut, apalagi sebagian dari mereka membawa barang bawaan cukup banyak. Mereka berharap fasilitas di pelabuhan maupun di kapal dapat dipastikan dalam kondisi layak, terlebih menjelang arus mudik.
Kejadian ini juga memunculkan sorotan terhadap kesiapan pengelola pelabuhan dan operator kapal dalam menghadapi lonjakan penumpang. Diketahui, pengelolaan pelabuhan berada di bawah PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), sementara operasional kapal dilakukan oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI).
Sejumlah pihak menilai, kejadian tersebut menjadi tanda bahwa fasilitas transportasi laut di Pelabuhan Bima belum sepenuhnya siap menghadapi arus mudik tahun ini. Padahal, dalam beberapa pekan ke depan diperkirakan jumlah penumpang akan terus meningkat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PELNI maupun Pelindo terkait penyebab kerusakan tangga utama kapal tersebut.
Masyarakat berharap pengelola pelabuhan segera melakukan evaluasi dan memastikan seluruh fasilitas penunjang penumpang dalam kondisi aman dan siap digunakan, terutama menjelang puncak arus mudik.(Red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.