![]() |
| Kondisi rumah pasutri Jaharudin dan St Mariam |
Sekretaris Lurah (Seklur) Paruga, Muhidin SE, mengungkapkan bahwa pihaknya
telah turun langsung meninjau lokasi bersama Lurah dan Camat setempat segera
setelah informasi mengenai rumah yang nyaris roboh tersebut viral.
Berdasarkan peninjauan, terungkap alasan utama mengapa rumah reot yang
dihuni selama puluhan tahun itu tak kunjung tersentuh program bantuan bedah
rumah.
"Kendala utamanya adalah status kepemilikan lahan. Lahan yang
ditempati saat ini merupakan tanah warisan bersama kakak dari Siti Mariam,
sehingga secara administrasi program bedah rumah dari Perkim maupun Dinsos
sebelumnya terhambat," jelas Muhidin SE (24/3/2026).
Meski terbentur masalah lahan, Muhidin memastikan pemerintah tidak akan
tinggal diam. Besok, pihak kelurahan berencana memanggil beserta seluruh keluarga
besar untuk duduk bersama mencari solusi legalitas agar program bedah rumah
dapat direalisasikan tahun ini.
Selain upaya administratif, bantuan kemanusiaan juga mulai mengalir: Baznas Kota Bima telah memberikan respons positif dan siap menyalurkan bantuan. Kepala OPD Terkait di lingkup Pemerintah Kota Bima telah menjadikan kasus ini sebagai prioritas penanganan.
Untuk informasi, Kondisi rumah Siti Mariam sebelumnya sempat memicu keprihatinan publik
karena kondisinya yang sangat tidak layak huni di jantung Kota Bima. Dengan
koordinasi lintas sektor ini, diharapkan perbaikan rumah dapat segera dilakukan
demi keamanan dan kenyamanan Siti Mariam dan keluarga.
Rabu
(25/3/2026) dari Anggota DPRD Provinsi NTB, H Aminurllah juga akan meninjau
langsung kondisi rumah reot, termasuk dari jajaran Dinas Sosial Kota Bima
informasi akan turun menyalurkan bantuan awal bagi St Mariam dan keluarga.(red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.