![]() |
| Banjir disejumlah desa di Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima |
Berdasarkan laporan sementara Pusdalops BPBD Kabupaten
Bima per pukul 13.30 Wita, banjir merendam sedikitnya 204 unit rumah atau 204
KK (726 jiwa) yang tersebar di empat desa, dengan ketinggian air bervariasi
antara 10 hingga 70 sentimeter.
Desa Labuan Kananga Terparah, banjir terjadi sekitar pukul 05.55 Wita akibat derasnya aliran
air dari gunung yang membuat sungai dan drainase tak mampu menampung debit air.
Sebanyak 140 rumah (526 jiwa) terdampak di tiga dusun, yakni Dusun Sarae 51 KK, Dusun Mada Oi 22 KK, Dusun Na’e 67 KK.
Selain permukiman warga, dua fasilitas pendidikan
yakni SDN 1 Labuan Kananga dan SDN 2 Labuan Kananga, satu unit Masjid At-Taqwa,
kantor desa, serta pasar desa turut terendam. Akses jalan provinsi juga
tergenang lumpur hingga menyebabkan kemacetan.
Desa Kawinda Na’e dan Rasabou 20 rumah (65 jiwa) di RT 10 Dusun Soro Bura terdampak banjir
dengan ketinggian air mencapai 60 sentimeter. Selain itu, bahu jalan terkikis
arus air sehingga membahayakan pengguna jalan.
Tak hanya itu, pohon berukuran besar tumbang di jalur
lintas Tambora–Kore sekitar pukul 06.10 Wita, menghambat arus lalu lintas
karena belum sempat dievakuasi.
Sementara di Desa Rasabou, banjir merendam 44 rumah (135 jiwa) yang tersebar di tiga RT
dengan ketinggian air hingga 30 sentimeter.
Di Desa Oi Panihi banjir merusak satu ruas jalan
provinsi. Kondisi tersebut dinilai rawan bagi pengguna jalan karena struktur
bahu jalan terkikis air.
Namun dari bencana banjir dan pohon tumbang tidak Ada
korban jiwa, BPBD Kabupaten Bima memastikan tidak ada korban jiwa dalam
peristiwa ini. Saat ini air dilaporkan mulai surut dan warga bergotong royong
membersihkan lumpur serta sampah dari rumah dan fasilitas umum. Pendataan
terhadap lahan pertanian dan infrastruktur yang terdampak masih berlangsung.
Kepala BPBD Kabupaten Bima melalui Kabid Kedaruratan dan
Logistik, M Nurul Huda menyampaikan, bahwa Tim BPBD telah berkoordinasi dengan
camat, aparat TNI-Polri, serta pemerintah desa untuk melakukan kaji cepat dan
penanganan darurat. Koordinasi juga dilakukan dengan dinas terkait di tingkat
kabupaten dan Provinsi NTB.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi
cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir bandang, angin puting beliung, tanah
longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan.
Laporan ini merupakan pembaruan sementara Pusdalops
BPBD Kabupaten Bima hingga Minggu (22/2/2026) pukul 13.30 Wita.(red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.