-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Belum Sebulan Diaspal, Jalan Rp1,4 Miliar ke Dermaga Kore Sudah Rusak Parah, Ada Apa?

| Minggu, Februari 22, 2026 WIB Last Updated 2026-02-22T12:50:12Z
Kondisi aspal terkelupas usai diterjang banjir 
Bima, JB  – Pekerjaan pengaspalan hotmix ruas jalan menuju Dermaga Kore, Desa Kore, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, menjadi sorotan warga dan pengguna jalan. Pasalnya, proyek yang baru saja dikerjakan itu kini dilaporkan sudah mengalami kerusakan parah dengan kondisi aspal terkelupas di sejumlah titik.


Diketahui, pekerjaan ruas jalan menuju Dermaga Kore tersebut dikerjakan oleh PT Citra Harapan Persada berdasarkan Nomor Kontrak: 602.1/252/06.9/2025, menggunakan APBD Tahun 2025 dengan nilai anggaran sekitar Rp1,49 miliar.


Pengaspalan hotmix tersebut mulai dikerjakan pada Sabtu, 7 Februari 2026. Namun, belum genap satu bulan sejak selesai dikerjakan, kondisi aspal disebut sudah mengelupas dan rusak.


Salah seorang warga setempat mengungkapkan kekecewaannya terhadap hasil pekerjaan proyek tersebut.


“Belum sebulan selesai dikerjakan, aspal sudah mengelupas. Gimana ceritanya pekerjaan proyek ini? Padahal sudah menghabiskan anggaran besar,” ujarnya, Sabtu (21/2/2026).


Menurutnya, proyek dengan nilai miliaran rupiah itu seharusnya memberikan kualitas yang baik dan tahan lama, apalagi ruas jalan tersebut merupakan akses penting menuju Dermaga Kore yang digunakan masyarakat untuk aktivitas ekonomi dan transportasi.


“Proyek ini menghabiskan anggaran miliaran, tapi saat ini aspalnya sudah rusak. Kami minta kepada Pemerintah Daerah maupun pihak pelaksana untuk segera mengaspal ulang jalan ini,” tegasnya.


Menanggapi keluhan tersebut, Dinas PUPR Kabupaten Bima melalui Kepala Bidang Bina Marga, Farid Wajdin, menjelaskan bahwa sebelum melanjutkan pekerjaan pengaspalan di lokasi itu, pihaknya telah melakukan evaluasi mengingat kawasan tersebut kerap dilanda banjir bandang.


“Sudah beberapa kali terjadi banjir lewat jalan itu. Kami akan mengkaji kembali kondisi lapangan,” jelas Farid.


Ia juga menegaskan bahwa pekerjaan tersebut saat ini masih dalam masa pemeliharaan dan menjadi tanggung jawab pihak kontraktor.


“Masih dalam tahap pemeliharaan, itu masih tanggung jawab kontraktor dan pelaksana,” singkatnya.


Warga berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam dan segera melakukan langkah tegas agar kualitas pekerjaan infrastruktur benar-benar sesuai standar, sehingga anggaran daerah tidak terkesan terbuang percuma. (Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.