-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Puluhan Pedagang Pasar Ramadan Datangi Kantor Wali Kota Bima, Keluhkan Lapak dan Transparansi Penerima

| Rabu, Februari 18, 2026 WIB Last Updated 2026-02-18T04:59:39Z
Pedagang pasar Ramadhan saat datangi kantor Wali Kota Bima 
Kota Bima, JangkaBima.-Puluhan pedagang Pasar Ramadan mendatangi Kantor Wali Kota Bima, Rabu (18/2), untuk menyampaikan keluhan terkait kondisi lapak yang dinilai sempit dan kurang representatif serta tak transparan daftar penerima manfaat.


Pantauan media ini, puluhan pedagang sudah hadir sejak pagi sempat kecewa lantaran tak kunjung ditemui oleh pejabat terkait. 


Sampai kemudian pedagang hanya ditemui oleh Kasat Pol PP, Erwin Rahadi dan Plt Kabag Protokol, Irwansyah


Agus mewakili puluhan pedagang menyampaikan kesulitan berjualan karena ukuran lapak tidak sesuai dengan kebutuhan, terutama bagi pedagang makanan dan minuman yang memerlukan ruang lebih luas untuk peralatan dan tempat pembeli. 


Selain itu, jarak antar lapak yang terlalu berdekatan dinilai menghambat arus pengunjung dan membuat suasana terasa sesak, terutama saat menjelang waktu berbuka puasa.


“Kami bukan menolak aturan, tapi mohon ada penataan ulang. Lapaknya terlalu sempit, pembeli jadi berdesakan,” ujar Agus di halaman Kantor Wali Kota.



Mereka berharap Pemerintah Kota melalui dinas terkait dapat segera melakukan evaluasi dan penataan ulang agar aktivitas jual beli berjalan lebih nyaman dan tertib. Pedagang juga meminta adanya pemerataan ukuran lapak agar tidak terjadi kecemburuan antar sesama pelaku usaha.


Tak mendapatkan kepastian, puluhan pedagang meminta agar pasar Ramadhan dialihkan saja ke lokasi biasanya, Lapangan Serasuba.


Ia menambahkan, juga terkait dengan penggunaan payung yang dinilai tak bermanfaat saat musim penghujan, lebih baik diizinkan menggunakan tenda persegi empat lebih aman dari percikan air hujan.


Termasuk teguran dari para pemilik ruko agar semua peralatan pedagang di bawa pulang kembali, ini sangat memberatkan kami pedagang. Karena harus mengeluarkan anggaran tambahan, sementara belum pasti keuntungan kami nantinya.


Untuk informasi, Pasar Ramadan setiap tahun menjadi pusat aktivitas ekonomi musiman di Kota Bima, yang melibatkan ratusan pelaku UMKM. Pemerintah diharapkan mampu menghadirkan solusi cepat agar momentum peningkatan ekonomi masyarakat selama bulan suci tetap berjalan optimal.


Menanggapi aspirasi tersebut, pihak Pemerintah Kota Bima melalui Kasat Pol PP, M Erwin mengatakan, terkait dengan lapak itu sudah sesuai, namun apa saja jadi aspirasi para pedagang akan menindaklanjuti keluhan pedagang dengan melakukan peninjauan langsung ke lokasi Pasar Ramadan. 


Evaluasi akan dilakukan untuk memastikan kenyamanan pedagang dan pengunjung tetap terjaga tanpa mengabaikan aspek ketertiban dan keamanan.(Red)

#pkl #serasuba #pasarramadhan #kotabima

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.