![]() |
| PPK SPAM (tengah) didampingi Kabid cipta karya (kanan) |
Kepala Dinas
PUPR melalui PPK, Faqih Ashri menyampaikan, untuk program pekerjaan air bersih di
Kelurahan Jatibaru Timur memang ada perubahan item pekerjaan, dari awalnya bor
dalam ke air permukaan.
Latar belakang
perubahan itu berdasarkan permintaan masyarakat sendiri, pertimbangan menggunakan sumur bor dalam terkendala mesin pompa dan pembayaran
listrik.
Akhirnya bersama
Lurah, LPM dan perwakilan masyarakat sepakat mencari sumber mata air permukaan.
Setelah dilakukan pengecekan lokasi dan menghitung debit air seluruh perangkat
setuju dialihkan ke air permukaan.
“setelah
dicek ternyata sumber mata air tersebut bisa menghasilkan air 3 liter per
detik, makanya semua sepakat dialihkan ke air permukaan,” ungkap Faqih
didampingi Kabid Cipta Karya, Fahruraji saat dikonfirmasi, Senin (19/1) di kantornya.
Tambahnya,
dari situ kemudian dilakukan perubahan item pekerjaan termasuk sebelumnya
dokumen persetujuan warga. Kemudian anggaran untuk bor dalam disesuaikan untuk
pengadaan pipa dari lokasi sumber mata air “semua
itu atas kesepakatan bersama warga dan unsur kelurahan dan dibolehkan oleh aturan” ujarnya.
Kemudian terkait
informasi saat ini air mengalir ke warga keruh? Diakui memang untuk sumber mata
air permukaan ada kekurangan dan kelebihan, di musim penghujan air sampai di
warga agak keruh dan itu tak sepanjang waktu.
Untuk kekeruhan air memang sesuatu yang wajar ketika terjadi hujan dan banjir yang melewati sumbernya. Seperti halnya PDAM juga yang selama berpuluh tahun melayani warga, ada saat-saat tertentu air keruh. karena tergantung pada sumber airnya. Seperti sumber air PDAM di Nungga yang ketika banjir air keruh, maka keruh juga yang diterima masyarakat.
Namun untuk
diluar musim hujan dipastikan tidak ada perubahan warna air, juga kelebihan
lainnya berdasarkan hasil kesepakatan awal, bahwa 144 penerima manfaat tak harus
mengeluarkan uang untuk pembayaran listrik dan tak ada lagi persoalan pompa
yang rusak.
Ditanya penyelesaian
pekerjaan? Diakui Faqih pekerjaan selesai dan sudah dilakukan PHO, namun untuk
waktu pemeliharaan masih berjalan.
Kemudian untuk
di Kelurahan Dara, jelasnya saat ini sedang dalam proses pengisian bak
penampung, kemudian baru dialirkan ke 300 penerima manfaat.
Termasuk
pengecekan kebocoran pipa telah dipasang dan sarana pendukung lainnya, sehingga
saat air sampai ke warga tak ada lagi kendala.
Disampaikan pula,
untuk debit air dari sumber mata air bor dalam di Kantor Perkim sangat ideal “kalau
tidak ada kendala, nanti malam air atau paling lambat besok air sudah sampai ke
rumah warga,” ungkap Faqih.
Sementara berkaitan
dengan meteran air, pihak pelaksana sebelumnya sudah melaporkan ke pihak
kepolisian atas kehilangan meteran dimaksud.
Namun kami
juga telah menyampaikan pada pelaksana untuk mengganti meteran baru, walaupun
proses laporan di kepolisian tetap berjalan.
Untuk SPAM
kelurahan Dara juga sudah dilakukan PHO, walaupun demikian masih ada tahapan
pemeliharaan lebih lanjut.
Harusnya kalau
sudah PHO air sudah dapat dinikmati warga? Jelasnya, sebenarnya air sudah bisa
dialirkan ke penerima manfaat, namun tentunya perlu pengecekan lebih lanjut
agar tidak ada lagi kendala kedepannya.
Untuk informasi,
PHO adalah Provisional Hand Over, serah terima sementara pekerjaan konstruksi
dari kontraktor kepada pemilik protek setelah pekerjaan fisik selesai 100 perse.
Jika berkaitan
dengan pekerjaan air bersih, maka air sudah harus sampai penerima
manfaat.(red)
#airbersih #spam #kotabima


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.