![]() |
| Proyek kanopi parkir komplek Paruga Nae ambruk |
Peristiwa ini memicu sorotan tajam publik terhadap kualitas pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran daerah.
Sejumlah foto dan video yang beredar luas menunjukkan kondisi kanopi parkir dalam keadaan roboh, dengan tiang rangka besi patah.
Unggahan tersebut pun ramai dikomentari warganet yang mempertanyakan mutu material serta pengawasan proyek, mengingat usia bangunan yang masih sangat baru.
Padahal kanopi parkir yang dibangun untuk menunjang fasilitas umum di kawasan pusat kegiatan masyarakat.
Namun, struktur bangunan justru sudah mengalami kerusakan parah hingga roboh, memunculkan dugaan lemahnya kualitas pekerjaan.
Dalam video ambruknya kanopi parkir beredar sejumlah warga yang melintas di lokasi mengaku terkejut melihat kondisi kanopi yang ambruk. Mereka mempertanyakan mutu material serta pengawasan proyek yang menggunakan anggaran daerah.
“kanopi sebesar ini tiangnya seperti ini, besi mungkin hanya 1 ml," ungkap warga dalam video beredar dikutip dari akun BimaTV
“Belum lama dibangun, anggarannya saja baru tahun 2025, tapi sudah ambruk,” tulis salah satu akun media sosial dalam unggahannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Bima, khususnya Dinas PUPR, terkait penyebab ambruknya kanopi parkir tersebut.
Masyarakat mendesak agar dilakukan evaluasi menyeluruh, termasuk memeriksa perencanaan teknis, kualitas material, serta tanggung jawab kontraktor pelaksana.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius publik karena proyek tersebut dibiayai dari APBD, yang seharusnya menghasilkan bangunan berkualitas dan tahan lama. Warga berharap ada transparansi dan langkah tegas agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
Informasi dihimpun, pekerjaan kanopi parkir dilaksanakan dengan anggaran APBD Kota Bima Tahun 2025, saat ini masih dalam masa pemeliharaan. Sementara situasi dilokasi saat ini terlihat pihak pelaksana sudah turun ke lokasi dan mulai melakukan perbaikan. (Red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.