-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Proyek Kanopi Parkir Rp 200 Juta di Stadion Manggemaci Roboh, Data LPSE Ungkap Dikerjakan CV Pyan Putra

| Rabu, Januari 21, 2026 WIB Last Updated 2026-01-22T00:28:12Z

Foto scranshot laman LPSE Kota Bima proyek penataan parkir Gedung KONI 
Kota Bima,JangkaBima.-Sebuah struktur kanopi yang merupakan bagian dari pekerjaan Penataan Lahan Parkir Gedung KONI Kota Bima tepatnya sebelah barat lapangan Manggemaci dilaporkan ambruk beberapa waktu setelah selesai dibangun. 

 

Proyek tersebut merupakan bagian dari pengadaan barang/jasa pemerintah yang tercatat pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Kota Bima. spse.inaproc.id.

 

Informasi dihimpun media ini melalui laman LPSE Kota Bima, bahwa proyek ini dilaksanakan oleh CV Pyan Putra atas kontrak yang disepakati dengan Satuan Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bima, dengan nilai kontrak mencapai Rp 199 juta dari pagu Rp 200 juta.

 

Pekerjaan mencakup penataan dan pembentukan lahan parkir di area Gedung KONI, termasuk pembangunan kanopi serta fasilitas pendukung lainnya. 

 

Sumber data LPSE juga menunjukkan bahwa paket ini telah berstatus sudah selesai pada saat dokumen pengumuman diunggah, yang berarti seluruh pekerjaan konstruksi telah rampung sebelum insiden ambruk terjadi. spse.inaproc.id

 

Seperti diberikan sebelumnya, Kronologi Insiden Bangunan kanopi parkir di areal komplek Paruga Nae, Kota Bima, tepatnya  bagian barat lapangan manggemaci, Selasa (20/1) mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah dilaporkan ambruk, meski proyek tersebut baru beberapa bulan selesai dikerjakan.

 

Peristiwa ini memicu sorotan tajam publik terhadap kualitas pembangunan infrastruktur yang menggunakan anggaran daerah.

 

Sejumlah foto dan video yang beredar luas menunjukkan kondisi kanopi parkir dalam keadaan roboh, dengan tiang rangka besi  patah. Termasuk video kualitas material besi digunakan yang dinilai tak layak.

 

Unggahan tersebut pun ramai dikomentari warganet yang mempertanyakan mutu material serta pengawasan proyek, mengingat usia bangunan yang masih sangat baru.

 

Struktur yang sebelumnya tampak kuat tiba-tiba runtuh, menimbulkan kerusakan pada bagian area parkir dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas pekerjaan. 

 

Hingga saat ini belum ada laporan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab pasti keruntuhan, namun kejadian tersebut memicu pertanyaan publik tentang pengawasan konstruksi dan kualitas material yang digunakan.

 

Pemkot Bima melalui Dinas PUPR hingga kini belum memberikan klarifikasi terkait sebab robohnya proyek.

 

Namun, sejumlah warga dan pelaku usaha di sekitar lokasi menyampaikan kekhawatiran atas keselamatan fasilitas umum yang dibangun dengan dana daerah. 

 

Banyak yang berharap agar pemerintah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap penyebab kerusakan serta menindaklanjuti temuan tersebut secara transparan.

 

Sementara itu, pengamat konstruksi dan beberapa anggota masyarakat mendorong agar Dinas PUPR Kota Bima segera melakukan investigasi teknis untuk memastikan bahwa semua pekerjaan konstruksi memenuhi standar bangunan yang berlaku dan tidak membahayakan publik.(red)

#lpse #kotabima #pemkotbima #parkir #proyek

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.