Kota Bima,JangkaBima.-Sebuah
struktur kanopi yang merupakan bagian dari pekerjaan Penataan Lahan Parkir
Gedung KONI Kota Bima tepatnya sebelah barat lapangan Manggemaci dilaporkan
ambruk beberapa waktu setelah selesai dibangun. 
Foto scranshot laman LPSE Kota Bima proyek penataan parkir Gedung KONI
Proyek
tersebut merupakan bagian dari pengadaan barang/jasa pemerintah yang tercatat
pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemerintah Kota Bima.
spse.inaproc.id.
Informasi dihimpun media ini melalui laman LPSE Kota Bima, bahwa proyek ini dilaksanakan
oleh CV Pyan Putra atas kontrak yang disepakati dengan Satuan Kerja Dinas
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bima, dengan nilai kontrak
mencapai Rp 199 juta dari pagu Rp 200 juta.
Pekerjaan
mencakup penataan dan pembentukan lahan parkir di area Gedung KONI, termasuk
pembangunan kanopi serta fasilitas pendukung lainnya.
Sumber
data LPSE juga menunjukkan bahwa paket ini telah berstatus sudah selesai pada
saat dokumen pengumuman diunggah, yang berarti seluruh pekerjaan konstruksi
telah rampung sebelum insiden ambruk terjadi. spse.inaproc.id
Seperti
diberikan sebelumnya, Kronologi Insiden Bangunan kanopi parkir di areal komplek
Paruga Nae, Kota Bima, tepatnya bagian barat lapangan manggemaci, Selasa
(20/1) mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah dilaporkan
ambruk, meski proyek tersebut baru beberapa bulan selesai dikerjakan.
Peristiwa
ini memicu sorotan tajam publik terhadap kualitas pembangunan infrastruktur
yang menggunakan anggaran daerah.
Sejumlah
foto dan video yang beredar luas menunjukkan kondisi kanopi parkir dalam
keadaan roboh, dengan tiang rangka besi patah. Termasuk video kualitas
material besi digunakan yang dinilai tak layak.
Unggahan
tersebut pun ramai dikomentari warganet yang mempertanyakan mutu material serta
pengawasan proyek, mengingat usia bangunan yang masih sangat baru.
Struktur
yang sebelumnya tampak kuat tiba-tiba runtuh, menimbulkan kerusakan pada bagian
area parkir dan menimbulkan kekhawatiran terhadap kualitas pekerjaan.
Hingga
saat ini belum ada laporan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab pasti
keruntuhan, namun kejadian tersebut memicu pertanyaan publik tentang pengawasan
konstruksi dan kualitas material yang digunakan.
Pemkot
Bima melalui Dinas PUPR hingga kini belum memberikan klarifikasi terkait sebab
robohnya proyek.
Namun,
sejumlah warga dan pelaku usaha di sekitar lokasi menyampaikan kekhawatiran
atas keselamatan fasilitas umum yang dibangun dengan dana daerah.
Banyak
yang berharap agar pemerintah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap
penyebab kerusakan serta menindaklanjuti temuan tersebut secara transparan.
Sementara
itu, pengamat konstruksi dan beberapa anggota masyarakat mendorong agar Dinas
PUPR Kota Bima segera melakukan investigasi teknis untuk memastikan bahwa semua
pekerjaan konstruksi memenuhi standar bangunan yang berlaku dan tidak
membahayakan publik.(red)
#lpse #kotabima #pemkotbima #parkir #proyek

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.