-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Cuaca Ekstrem Landa Kabupaten Bima, Satu Warga Meninggal dan Puluhan Rumah Terdampak

| Jumat, Januari 23, 2026 WIB Last Updated 2026-01-23T12:06:06Z
Bencana hidrometeorologi landa Kabupaten Bima Kamis 22 Januari 2026
Bima,JangkaBima. – Bencana alam hidrometeorologi berupa angin kencang dan banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, Kamis (22/1/2026). 


Peristiwa ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia akibat tertimpa pohon, puluhan rumah terendam banjir, serta kerusakan infrastruktur dan rumah warga.


Berdasarkan laporan sementara Pusdalops BPBD Kabupaten Bima hingga pukul 23.00 Wita, hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang terjadi sejak Kamis dini hari dan berlangsung hingga malam hari.


Di Kecamatan Wera, bencana angin kencang menyebabkan beberapa pohon tumbang di Desa Mandala dan Desa Nanga Wera. Pohon berukuran besar sempat menghambat arus lalu lintas di jalur Wera–Kota Bima, namun berhasil dibersihkan oleh petugas pemadam kebakaran, Babinsa, dan warga setempat.


Tragedi paling serius terjadi di Desa Nanga Wera pada Kamis malam sekitar pukul 19.40 Wita. Dua orang warga Desa Wora tertimpa pohon tumbang saat melintas menggunakan sepeda motor. 


Satu korban, Riski Aditya (20), mahasiswa asal Dusun Woha, Desa Wora, meninggal dunia. Sementara satu korban lainnya, Safa’attullah (20), mengalami luka lecet dan mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Wera.


Masih di Kecamatan Wera, angin kencang juga merusak satu unit rumah panggung di Desa Ranggasolo, menyebabkan kerusakan pada bagian atap dan dinding. Satu kepala keluarga terdampak dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta.


Di Kecamatan Ambalawi, tepatnya di Desa Mawu, pohon tumbang di jalan lintas Wera–Bima sempat mengganggu arus lalu lintas. Pohon berhasil dievakuasi oleh warga menggunakan peralatan sederhana.


Sementara itu, banjir melanda Kecamatan Tambora. Di Desa Labuan Kananga, luapan air dari gunung menggenangi permukiman warga akibat drainase yang tidak mampu menampung debit air. Sebanyak 48 unit rumah atau 48 KK terdampak, tersebar di tiga RT. Selain rumah warga, SDN 02 Labuan Kananga dan kantor desa turut terendam. Ketinggian air mencapai 10 hingga 30 sentimeter. 


Banjir telah surut dan warga kini membersihkan lumpur sisa genangan. Sementara di Desa Oi Panihi, angin kencang merusak atap satu unit rumah permanen. Kerugian ditaksir mencapai Rp 20 juta, dan warga melakukan perbaikan secara mandiri.


Banjir juga terjadi di Desa Bre, Kecamatan Palibelo. Luapan air setinggi 10 hingga 50 sentimeter menggenangi enam unit rumah warga dan lahan pertanian. Enam kepala keluarga dengan total 19 jiwa terdampak. BPBD mencatat banjir di wilayah ini kerap berulang akibat drainase yang tidak memadai dan tumpukan sampah di jembatan.


BPBD Kabupaten Bima menyatakan telah melakukan koordinasi dengan unsur kecamatan, TNI-Polri, dan pemerintah desa untuk penanganan darurat, pendataan, serta kaji cepat di lokasi terdampak. Kebutuhan mendesak saat ini meliputi bantuan tanggap darurat, logistik, dan peralatan.


BPBD juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, termasuk banjir bandang, angin puting beliung, dan tanah longsor, serta segera melaporkan kejadian darurat ke aparat setempat.(Red)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.