Notification

×

Iklan

Iklan

Monev di Pasar Ama Hami, Komisi II Banyak Terima Keluhan Pedagang

| Senin, Januari 16, 2023 WIB Last Updated 2023-01-16T11:08:24Z

komisi II DPRD Kota Bima bersama para pedagang saat monev di Pasar Ama Hami

Kota Bima – Jajaran Komisi II DPRD Kota Bima, Senin (16/1/2023) siang melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di komplek Pasar Ama Hami. Para wakil rakyta pun mendapat banyak keluhan dari para pedagang setempat.

 

Rombongan komisi II dipimpin, Taufik AK dan anggota, Syahbuddin (gerindra), Syamsuddin (PAN) dan Syukri Dahlan (demokrat) sebelumnya pun meninjau aktivitas kawan destinasi Pantai Lawata sekitarnya.

 

Tiba di kantor UPT Pasar Ama Hami, rombongan komisi II langsung disambut Kepala UPT Pasar, Arifin dan sejumlah perwakilan Pedagang dan Ketua APSI.

 

Didepan sejumlah anggota DPRD Kota Bima, Amiruddin mewakili pedagang Ayam menyampaikan persoalan banyaknya pedagang ayam yang menggelar dagangannya di los lain, padahal sudah disediakan los khusus.

 

Imbasnya, hasil penjualan terus menurun, karena banyak pembeli tak sampai ke los khusus ayam lantaran sudah ada pedagang ayam lain lebih dekat dengan los Ikan dan Sayuran.

 

Masalah ini sudah terjadi hampir 4 tahun, tak pernah ada solusi dari pemerintah. untuk itu dirinya  meminta pada anggota DPRD meninjau langsung bagaimana kekacauan terjadi, ditambah kondisi los khusus Ayam dan Daging yang kerap tergenang saat air laut pasang.

 

“ kami meminta agar pedagang ayam digabungkan kembali ke los ikan agar tak ada kekacauan lagi,” harap Amiruddin.

 

Pun disampaikan pedagang selama ini menyewa pertokoan di dalam komplek pasar, membayar iuran sampai Rp 450 ribu setiap bulan, sementara didepan toko dipenuhi pedagang kaki lima, imbasnya tak ada pembeli karena sudah terhalang oleh para PKL berdadang.

 

Kemudian persoalan banyaknya pedagang berjualan di luar jalan depan komplek Pasar Ama Hami, ini juga dikeluhkan oleh pedagang, pasalnya, harga lebih murah karena mereka berdagang dijalanan dan tak pernah bayar retribusi.

 

Sementara didalam terkena imbasnya. Harusnya ini juga menjadi pekerjaan rumah UPT Pasar Ama Hami dan Dinas Koperindag untuk ditertibkan.

 

Pada kesempatan itu, Ketua Komisi II DPRD Kota Bima, Taufik AK menyampaikan tujuan kunjungannya, bahwa kegiatan monev sudah berjalan selama lima hari, salah satunya kali ini oleh komisi II di Pasar Ama Hami untuk memantau kondisi aktivitas pasar terbesar di Kota Bima.

 

Termasuk masalah capaian Pedapatan Asli Daerah (PAD) masih minim dari target, namun karena kehadiran kami sudah berkumpul pedagang, sebagai wakil rakyat tentunya akan menampung apa mejadi aspirasi disampaikan.

 

Apa saja sudah disampaikan pedagang siang ini tentunya menjadi tugas dan tanggung jawab kami sebagai wakil rakyat, apalagi pedagang memberikan sumbangsih bagi pemasukan bagi PAD Kota Bima.

 

“ walaupun sudah membayar PAD, teryata kondisi pasar Ama Hami tak sesuai harapan,” sesalnya.tambahnya semua sudah disampaikan oleh pedagang akan dibicarakan lebih lanjut bersama pihak-pihak terkait, termasuk Dinas Koperindag dan Sat Pol PP.

 

Karena satu-satunya solusi menurut Duta PPP itu, penegakan aturan, kalau ada pedagang tak mematuhi aturan harus ditindak tegas agar tak memicu masalah lain.

 

Untuk itu, pihaknya akan memanggil pihak Dinas Koperindag, Pol PP dan UPT Pasar Ama Hami ke kantor untuk didengarkan alasannya, sehingga masalah ada tak terus berlarut-larut yang kemudian merugikan aktivitas perdagangan didalam komplek pasar.

 

Tentunya penambahan personil Pol PP perlu dilakukan,mengingat informasi disampaikan pedagang bayak yang tak mematahui aturan main. Walaupun demikian, Taufik menduga ini ada permainan dari oknum dalam pasar, kenapa sampai bertahun-tahun tak pernah ditertibkan.

 

Sementara anggota komis II lainnya, Syahbuddin, Syamsuddin dan Sukri Dahlan meminta kepada UPT Pasar Hami segera bertindak, tertibkan yang melanggar, ini agar masalah muncul tak berlarut-larut dan terkesan dibiarkan.

 

Diusulkan pula pada Ketua Komisi II untuk memanggil pihak-pihak terkait untuk memintai klarifikasi terhadap kesemrawturan yang muncul sehingga bisa dicarikan solusi terbaik.

 

Kepala UPT Pasar Ama Hami, Arifin mengaku sudah melakukan penertiban, bahkan sudah sepekan ini pedagang ayam berjualan di los lain telah ditertibkan, termasuk menyita dagangannya serta menandatangi surat peryataan.

 

Namun tetap saja ada oknum nekat masih berjualan ayam di los lain, oleh karena itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Pol PP untuk melakukan penertiban besar-besaran.

 

Mengenai adanya PKL berjualan menghalangi pertokoan, diakui Arifin memang sedang dicarikan solusi, rencananya akan disediakan tempat khusus untuk mereka.(JB01)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.