-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Fasilitas Dibobol, 15 Panel Surya dan Mesin Tower BTS di Piong Bima Raib Dicuri

| Selasa, Agustus 11, 2026 WIB Last Updated 2026-08-11T02:27:12Z
Tower Base Transceiver Station (BTS) Bakti Aksi yang berlokasi di RT 10, Dusun Tampuro, Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima dicuri
Bima,JangkaBima.-Fasilitas publik kembali menjadi sasaran kriminalitas. Tower Base Transceiver Station (BTS) Bakti Aksi yang berlokasi di RT 10, Dusun Tampuro, Desa Piong, Kecamatan Sanggar, Kabupaten Bima, diduga kuat menjadi sasaran pencurian oleh orang tidak dikenal. Sejumlah perangkat penting dilaporkan hilang dibobol, sehingga mengancam kelancaran akses komunikasi warga setempat.


Informasi pembobolan ini dikonfirmasi langsung oleh Penjabat Kepala Desa (Kades) Piong, Daturahman, SE, pada Senin (10/8/2026). Pihak Pemerintah Desa Piong juga telah turun langsung ke lokasi tower di kawasan Doro Melo untuk memastikan kondisi fisik dan mendata jumlah peralatan yang hilang.


“Tower Bakti Aksi di Doro Melo, yang saat ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat Piong, telah dibobol,” ujar Daturahman, Senin (10/8/2026).Berdasarkan hasil pengecekan sementara di lapangan, sejumlah perangkat utama jaringan tersebut sudah raib dari tempatnya. Komponen vital seperti mesin pemancar dan puluhan panel surya yang berfungsi sebagai sumber energi utama tower habis dijarah.


“Berdasarkan cek lokasi sementara, mesin sudah habis dibawa. Dari total 18 lembar panel surya, kini hanya tersisa tiga lembar saja,” jelas Kades Piong.Dengan demikian, sedikitnya 15 lembar panel surya diperkirakan telah dibawa kabur oleh pelaku. Hilangnya perangkat-perangkat krusial ini dikhawatirkan akan melumpuhkan fungsi tower BTS. Selama ini, fasilitas tersebut menjadi tumpuan utama masyarakat Desa Piong dalam mengakses jaringan telekomunikasi dan internet.


Daturahman sangat menyayangkan aksi vandalisme dan pencurian ini. Menurutnya, keberadaan jaringan komunikasi di wilayah Doro Melo memiliki peran yang sangat vital dalam menunjang aktivitas harian warga, terutama untuk koordinasi dan komunikasi dalam kondisi darurat.Merespons kejadian tersebut, Pemerintah Desa Piong bergerak cepat dengan melaporkan dugaan pencurian ini kepada aparat penegak hukum di Kepolisian Sektor (Polsek) Sanggar agar segera dilakukan penyelidikan dan pengungkapan pelaku.


Meminta penegak hukum di Kepolisian Sektor (Polsek) Sanggar agar segera dilakukan penyelidikan dan pengungkapan pelaku.Pihak desa berharap kepolisian dapat segera mengidentifikasi pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya secara hukum. Di sisi lain, pemdes juga berharap pihak terkait dapat segera memperbaiki dan mengganti perangkat BTS yang hilang agar layanan telekomunikasi bagi masyarakat Piong tidak lumpuh total dalam waktu lama. (Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.