![]() |
| Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, saat menghadiri Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) |
Rencana tersebut dipaparkan langsung oleh Wakil Wali Kota Bima, Feri Sofiyan, SH, saat menghadiri Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) se-Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) di Kota Mataram, Selasa (12/5/2026).
"Operasi pasar murah ini akan menggandeng Perum Bulog Bima, BUMN, serta distributor lokal. Tujuannya agar masyarakat bisa mendapatkan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, telur, hingga bumbu dapur dengan harga di bawah pasar," ujar Feri Sofiyan.
Pemkot Bima menjadwalkan puncak Gerakan Pangan Murah (GPM) pada 24 Mei 2026 atau tiga hari sebelum Idul Adha. Program ini akan menyasar utama kelompok masyarakat berpenghasilan rendah yang paling terdampak fluktuasi harga.
Langkah mitigasi ini diambil setelah data pemantauan Dinas Koperindag di Pasar Raya Amahami periode April-Mei 2026 menunjukkan adanya tren kenaikan harga pada tujuh komoditas penting. Total ada 17 komoditas strategis—termasuk beras, cabai, bawang merah, dan gula—yang diprediksi terus bergejolak mendekati hari raya.
Selain intervensi pasar, TPID Kota Bima juga memperluas jaringan pasokan pangan. Pemkot Bima resmi memperkuat kerja sama distribusi dengan lima wilayah tetangga, Kerja sama lintas daerah ini difokuskan untuk mengamankan stok telur, beras, cabai, serta komoditas hortikultura agar tidak terjadi kelangkaan di pasar domestik.
Dalam forum rakor yang dihadiri oleh para kepala daerah, Bank Indonesia, BPS, dan unsur Forkopimda tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi NTB menyampaikan bahwa angka inflasi di wilayah NTB secara umum masih berada di ambang aman.
Sekda mengapresiasi kolaborasi solid seluruh TPID kabupaten/kota yang berhasil menjaga daya beli masyarakat. Meski demikian, ia mengingatkan agar pengawasan jalur distribusi tidak kendor akibat lonjakan permintaan pasar yang tinggi dalam beberapa minggu ke depan.
Feri Sofiyan menegaskan bahwa kenyamanan warga Kota Bima dalam merayakan Idul Adha menjadi prioritas utama. "Kami berkomitmen menjaga stabilitas harga sejak dini. Sinergi dengan semua pihak adalah kunci agar masyarakat bisa beribadah dengan tenang," pungkasnya.(Red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.