-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Imbas Kontraktor Lokal Vakum, Proyek Aspal Jalan Kota Bima Bima Tersendat

| Rabu, September 23, 2026 WIB Last Updated 2026-09-23T11:46:36Z

Kabid Bina Marga, Dinas PUPR Kota Bima, Ismunandar 
Kota Bima,JangkaBima.com.-Pemerintah Kota Bima berkomitmen penuh untuk menuntaskan proyek pengaspalan Jalan Lela Spaga pada sisa waktu Tahun Anggaran 2026. Proyek dengan total pagu anggaran mencapai Rp 1,7 miliar ini sempat tertunda akibat perubahan regulasi dan kendala teknis dalam proses pelelangan.

 

Kepala Dinas PUPR Kota Bima melalui Kabid Bina Marga, Ismunandar, mengungkapkan bahwa proyek ini sebenarnya telah melewati tahap tinjauan (review) berdasarkan aturan baru dari Kementerian PUPR. Namun, persoalan utama yang dihadapi saat ini adalah minimnya ketersediaan kontraktor atau penyedia jasa di daerah yang memenuhi kualifikasi.

 

"Proyek ini sudah dua kali gagal tender karena belum ada penyedia yang memenuhi syarat," ujar Ismunandar pada Rabu (23/9/2026).

 

Berikut adalah beberapa faktor utama yang menghambat eksekusi proyek di lapangan :

Perusahaan Lokal Vakum: Tidak beroperasinya PT Tukad Mas dan PT Bunga Raya untuk sementara waktu membuat pasokan dan pengerjaan aspal di wilayah Bima menjadi mandek.

 

Terkendala Infrastruktur Pendukung: Meskipun ada minat dari perusahaan luar daerah, mereka kesulitan menyediakan sarana pendukung (alat berat dan operasional) di lokasi proyek.

 

Mobilisasi Kontraktor Dompu Tinggi: Penyedia jasa dari Kabupaten Dompu belum bisa mengambil proyek ini karena keterbatasan nilai anggaran aspal awal, mengingat besarnya biaya operasional untuk memobilisasi alat-alat berat ke Kota Bima.

 

Guna mengatasi jalan buntu tersebut, Pemerintah Kota Bima mengambil langkah taktis melalui APBD Perubahan Tahun 2026. Pemkot berencana menambah alokasi anggaran untuk pekerjaan pengaspalan jalan di beberapa titik strategis, termasuk jalan kota.


Langkah penambahan anggaran ini diharapkan dapat menarik minat para penyedia jasa dari luar daerah, seperti wilayah Dompu dan sekitarnya. Dengan nilai kontrak yang lebih proporsional, perusahaan luar diharapkan mampu menutupi biaya operasional pengiriman alat berat sehingga aspirasi masyarakat akan jalan yang mulus dapat segera terwujud.(red)

#kotabima #aspaljalan  #proyek #kontraktor #indonesia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.