![]() |
| Ilustrasi |
Dikonfirmasi beberapa kali, Ketua Komisi III, DPRD Kota Bima membidangi pembangunan, Syukri Dahlan (Demokrat) mengelak dan tak pernah memberikan tanggapan.
Seperti pernah dilansir media ini sebelumnya tentang berbagai dugaan buruknya pekerjaan Proyek Revitalisasi Lapangan Serasuba. mulai dari mutu pekerjaan, kualitas fisik proyek di lapangan sangat memprihatinkan. Meski baru saja dikerjakan, banyak ditemukan keramik yang sudah pecah dan retak di berbagai sisi. Lebih parah lagi, pondasi tanggul penyangga di area tersebut dilaporkan sudah mulai retak, yang mengindikasikan rendahnya kualitas material dan pengawasan di lapangan.
Terbukti hari ini, sejumlah keramik rusak sedang dalam perbaikan kata Pejabat Dinas PUPR Kota Bima. Karena masih dalam massa pemeliharaan. tameng massa pemeliharan oleh pemerintah jadi senjata, padahal kualitas pekerjaan harusnya jadi jawaban atas kerja pengawasan dilakukan.
Ketidaksesuaian anggaran dan volume kekerjaan, masyarakat mulai mempertanyakan transparansi penggunaan anggaran. Dengan kucuran dana mencapai Rp4 miliar, hasil pekerjaan yang terlihat dianggap tidak sebanding.
Kemudian Legalitas lahan Lapangan Serasuba dipertanyakan. Hingga saat ini, status lahan tersebut diduga kuat masih merupakan aset milik Yayasan Kesultanan Bima, bukan aset Pemkot Bima. Langkah pemerintah menggelontorkan anggaran miliaran rupiah di atas lahan yang status hukumnya belum klir dinilai sebagai kebijakan yang berisiko hukum dan administratif.
Bahkan masalah diatas telah resmi dilaporkan ke penegak hukum. Dugaan penyimpangan dalam proyek penataan dan revitalisasi Lapangan Serasuba Kota Bima resmi bergulir ke ranah hukum. Proyek senilai Rp4 miliar dari APBD Tahun Anggaran 2025 tersebut dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bima atas dugaan mark-up dan ketidaksesuaian spesifikasi, Senin (13/4/2026). Laporan tersebut dilayangkan oleh aktivis Imam Plur bersama Ady Thovan sebagai bentuk pengawasan masyarakat terhadap penggunaan uang negara.
Publik kini menunggu keberanian DPRD Kota Bima untuk bertindak objektif dan membongkar karut-marut proyek yang menjadi ikon pusat kota tersebut.(Red)
#lapanganserasuba #kotabima #dprdkotabima


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.