![]() |
| ilustrasi gambar artikel kesehatan |
Capek Overthinking? Saatnya Remaja Ambil Kendali!
Artikel Oleh:
dr. Tiara Zakiah Darajat
RSUD Sondosia, Kabupaten Bima, NTB
Sering merasa pikiran penuh, khawatir berlebihan, atau terus
membandingkan diri dengan orang lain? Tenang, kamu tidak sendirian. Banyak
remaja yang mengalami hal yang sama.
Cemas sebenarnya hal yang wajar. Ini adalah reaksi alami saat
kita menghadapi tekanan. Namun, jika berlebihan hingga mengganggu aktivitas
sehari-hari, kecemasan perlu mulai dikelola.
Di Indonesia sendiri, masalah ini cukup sering terjadi. Data Riskesdas 2018 :
- · Sekitar 9,8% penduduk usia ≥15 tahun mengalami gangguan mental emosional.
- · Bahkan, survei I-NAMHS 2022 menyebutkan 1 dari 3 remaja memiliki masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan.
Pemicu dan Gejala :
- · Tekanan yang dihadapi remaja saat ini juga semakin besar. Mulai dari tugas sekolah, tuntutan lingkungan, hingga pengaruh media sosial. Tanpa disadari, semua ini bisa memicu overthinking.
- · Gejalanya bisa berupa gelisah, sulit fokus, susah tidur, hingga keluhan fisik seperti jantung berdebar. Sayangnya, sering dianggap sepele.
Lalu, apa yang bisa dilakukan?
- · Pertama, kenali perasaan sendiri. Mengakui “saya sedang cemas” adalah langkah awal untuk mengatasinya.
- · Kedua, kurangi hal yang memicu stres, terutama dari media sosial. Tidak semua yang terlihat di sana adalah kenyataan.
- · Ketiga, jaga pola hidup. Tidur cukup, olahraga ringan, dan melakukan hal yang disukai bisa membantu menenangkan pikiran. Keempat, jangan dipendam sendiri. Cerita ke orang tua, teman, atau tenaga kesehatan bisa sangat membantu.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.