-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Cara Sederhana Memahami dan Mengelola Kecemasan di Usia Muda

| Jumat, April 10, 2026 WIB Last Updated 2026-04-10T00:39:49Z

 

ilustrasi gambar artikel kesehatan

Capek Overthinking? Saatnya Remaja Ambil Kendali!

Artikel Oleh: 

dr. Tiara Zakiah Darajat

RSUD Sondosia, Kabupaten Bima, NTB


Sering merasa pikiran penuh, khawatir berlebihan, atau terus membandingkan diri dengan orang lain? Tenang, kamu tidak sendirian. Banyak remaja yang mengalami hal yang sama.

 

Cemas sebenarnya hal yang wajar. Ini adalah reaksi alami saat kita menghadapi tekanan. Namun, jika berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, kecemasan perlu mulai dikelola.


Di Indonesia sendiri, masalah ini cukup sering terjadi. Data Riskesdas 2018 :

  • ·         Sekitar 9,8% penduduk usia ≥15 tahun mengalami gangguan mental emosional.
  • ·         Bahkan, survei I-NAMHS 2022 menyebutkan 1 dari 3 remaja memiliki masalah kesehatan mental, termasuk kecemasan.

 

Pemicu dan Gejala :

  • ·       Tekanan yang dihadapi remaja saat ini juga semakin besar. Mulai dari tugas sekolah, tuntutan lingkungan, hingga pengaruh media sosial. Tanpa disadari, semua ini bisa memicu overthinking.
  • ·       Gejalanya bisa berupa gelisah, sulit fokus, susah tidur, hingga keluhan fisik seperti jantung berdebar. Sayangnya, sering dianggap sepele.

 

Lalu, apa yang bisa dilakukan?

  • ·         Pertama, kenali perasaan sendiri. Mengakui “saya sedang cemas” adalah langkah awal untuk mengatasinya.
  • ·         Kedua, kurangi hal yang memicu stres, terutama dari media sosial. Tidak semua yang terlihat di sana adalah kenyataan.
  • ·         Ketiga, jaga pola hidup. Tidur cukup, olahraga ringan, dan melakukan hal yang disukai bisa membantu menenangkan pikiran. Keempat, jangan dipendam sendiri. Cerita ke orang tua, teman, atau tenaga kesehatan bisa sangat membantu.

 

Cemas bukanlah kelemahan. Dengan cara yang tepat, remaja bisa belajar mengelolanya dan menjadi lebih kuat. Karena menjadi kuat bukan berarti tidak pernah cemas, tetapi tetap bisa melangkah meski rasa cemas itu ada. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.