![]() |
| Nabil, pemuda kritik sikap Pemkot Bima soal nasib pasutri miskin di Paruga |
Dikutip dari berita, Tambora Media, gelombang kritik paling keras datang dari kalangan pemuda. Salah satunya, Nabil, yang secara terbuka menilai pernyataan tersebut bukan hanya keliru, tetapi juga mencederai rasa keadilan bagi masyarakat kecil yang selama ini berharap uluran tangan pemerintah.
Menurutnya, narasi yang disampaikan justru terkesan menutup pintu harapan bagi warga kurang mampu yang hidup di rumah tidak layak huni.
“Saya akan melakukan konsolidasi untuk melawan pernyataan itu, Pak Kadis,” tegas Nabil dengan nada geram.
Ia menyebut, pernyataan tersebut telah menjadi pemantik lahirnya gelombang perlawanan dari masyarakat, khususnya pemuda yang tidak tinggal diam melihat ketimpangan sosial yang terjadi di depan mata.
“Ini adalah lonceng perlawanan. Wali Kota Bima harus bertanggung jawab atas narasi yang mengatasnamakan Pemkot Bima, yang menyebut tidak ada program bedah rumah untuk warga,” ujarnya lantang.
Kekecewaan juga tak bisa ia sembunyikan. Bagi Nabil, sikap pemerintah daerah dalam polemik ini menunjukkan rendahnya sensitivitas terhadap realitas pahit yang dihadapi warga miskin “Sebagai pemuda Kota Bima, saya merasa malu dengan pernyataan tersebut,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia mendesak agar Pemerintah Kota Bima tidak menutup mata. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kadis Perkim dinilai sebagai langkah minimal yang harus segera diambil, termasuk mempertimbangkan mutasi jabatan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan administratif.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak Dinas Perkim Kota Bima belum memberikan klarifikasi resmi terkait kritik yang terus bergulir.
Di tengah riuhnya kritik, satu hal menjadi jelas: suara publik tak lagi berbisik—ia kini menggema, menuntut jawaban dan keberpihakan nyata.(Red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.