-->

Notification

×

Iklan

Iklan

SEMMI NTB : Kuat Dugaan Proyek Aspal Jalan Menuju Villa Wali Kota Tak Melalui Mekanisme Perencanaan yang Sah

| Selasa, Desember 16, 2025 WIB Last Updated 2025-12-16T08:56:08Z

Penampakan jalan telah di hotmix menuju Villa Wali Kota Bima 
Kota Bima, JangkaBima.-Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia Wilayah NTB (SEMMINTB) menduga proyek pengaspalan jalan di pegunungan So Temba Kolo menuju villa pribadi Wali Kota Bima tak melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran yang sah.

 

Muhammad Rizal Ansari, Ketua PW SEMMI NTB melalui akun media sosialnya "Semmi NTB Reposis"  mempertanyakan apa urgensi tiga program sekaligus pada satu akses jalan pegunungan.

 

Sementara setiap program yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) seharusnya wajib didahului Studi Kelayakan yang membuktikan kemanfaatan ekonomi bagi masyarakat luas, bukan untuk kepentingan terbatas.

 

Ironisnya, program tersebut muncul dalam pergeseran anggaran bulan Maret Tahun 2025, tak lama setelah pelantikan Wali Kota Bima. Namun tidak pernah dibahas dan tidak tercantum dalam Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) Kota Bima, RENJA dan Renstra Dinas PUPR Kota Bima. Begitupun dalam KUA-PPAS, RKA masing-masing SKPD.

 

Menurutnya, fakta ini menimbulkan dugaan kuat bahwa program tersebut tidak melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran yang sah, sebagaimana diatur dalam sistem pengelolaan keuangan daerah.

 

Seperti dilansir media ini sebelumnya, kebijakan Pemkot Bima memprioritaskan pengaspalan dan pemasangan lampu jalan menuju villa pribadi Wali Kota Bima mendapatkan sorotan keras dari masyarakat.

 

Terlebih ditengah kondisi keuangan pemerintah yang sedang minim, Pemkot Bima melalui Dinas PUPR malah mengalokasikan anggaran untuk kepentingan pribadi kepala daerah. Sementara masih banyak jalan rusak dan infrastruktur pertanian jadi kebutuhan rakyat tak pernah diutamakan.

 

Termasuk lampu jalan dengan tenaga surya habiskan anggaran hampir Rp 5 milyar, harusnya di prioritas untuk kebutuhan masyarakat malah diutamakan di jalan yang tak ada aktifitas ekonomi.(red)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.