Notification

×

Iklan

Iklan

Pemkot Bima Rakor Pengadaan ASN Tahun 2024, Guru Masih Dibutuhkan?

| Rabu, Januari 10, 2024 WIB Last Updated 2024-01-10T10:57:56Z
sekda saat pimpin rakor pengadaan ASN
Kota Bima, JB.- Pemerintah Kota (pemkot) Bima menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait rencana pengandaan pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Tahun 2024.

 

Rakor dilaksanakan Rabu (10/1/2024) di ruang kerja sekda dimpin Muhtar Landa dan dihadiri Inspektur, Asisten III Setda Kota Bima, Kepala Bappeda, Kepala BPKAD, Kadis Dikpora, Kadis Kesehatan dan Kabag Organisasi.

 

Rapat tersebut juga dihadiri oleh para pejabat terkait yang memiliki fokus utama untuk merencanakan strategis, langkah-langkah dalam merekrut ASN baru untuk memperkuat tenaga kerja di lingkungan Pemkot Kota Bima.

 

Tujuan dalam rapat ini membahas berbagai hal terkait proses pengadaan ASN, termasuk di dalamnya rencana anggaran, prosedur seleksi, dan target jumlah penerimaan ASN baru. 

 

Dalam sambutannya Sekda Kota Bima, Muhtar Landa menyampaikan, bahwa proses seleksi yang transparan dan berintegritas dapat meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas guna melayani masyarakat dengan baik.

 

"Rapat ini menjadi langkah awal kita bersama dalam mempersiapkan proses pengadaan ASN yang efisien dan berkualitas guna mendukung pelayanan terbaik bagi warga Kota Bima," ucapnya.

 

Beliau juga menyampaikan dalam rakor tersebut bahwa kebutuhan tenaga guru saat ini masih kurang.

 

"Kebutuhan guru kita saat ini masih kurang, berdasarkan data dari dinas dikpora, guru agama masih dibutuhkan 7 orang, guru penjaskes 29 orang, guru seni budaya 2 orang, dan guru teknik informatika 17 orang," terang beliau. 

 

Lanjutnya, beliau menyampaikan untuk Tenaga K2 masih terdapat 175 guru yang kemudian akan dilakukan penataan formasi pada tes jalur khusus nantinya.


Diakhir pembahasan tersebut di tegaskan bahwa usulan ini harus diserahkan paling lambat pada tanggal 31 Januari 2024 kepada pusat. 

 

Rakor tersebut akan dilanjutkan pada hari jum'at tanggal 12 Januari 2024 terkait kebutuhan formasi teknis dan kesehatan, mengingat jumlah formasi yang dibutuhkan saat ini memiliki perbandingan 80:20.(red)

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.