Notification

×

Iklan

Iklan

FPRB Mbojo Matenggo Gelar Bimtek Kebencanaan pada Satuan Pendidikan

| Kamis, November 16, 2023 WIB Last Updated 2023-11-16T05:32:20Z
bimtek kebencanaan pada satuan pendidikan kota bima
Kota Bima, JB.-

FPRB Mbojo Matenggo bersama BPBD Kota Bima, Kamis (15/11/2023) gelar Bimtek kebencanaan pada puluhan guru dan kepala sekolah yang rawan terjadi musibah bencana.

 

Bimtek mengangkat tema Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB)  digelar di aula Kantor BPBD tersebut dibuka kepala BPBD, Gufran dan Ketua Harian FPRB Mbojo Matenggo, Anwar Arman serta menghadirkan beberapa narasumber.

 

Dalam laporannya, Anwar Arman menyampaikan peserta diundang hari ini, datang dari 15 sekolah tingkat SD yang lokasinya dianggap rawan akan terjadi musibah bencana.

 

Tujuannya, agar guru dan kepala sekolah sejak dini memahami bagaimana cara pencegahan dan penanggulangan kebecanaan.

 

Tidak saja dalam penanganan dan pencegahan pun termasuk diberikan materi tentang merancang manajemen tanggap bencana “ harapannya, kepala sekolah dan guru sudah miliki panduan dalam pencegahan maupun saat bencana terjadi,” tegas Anwar Arman.

 

Tambah mantan anggota DPRD itu, kedepannya, saat terjadi bencana, guru dapat lebih cepat dalam memberikan pertolongan pada siswanya, sehingga bisa meminimalisir munculnya korban.

 

Sementara Kepala BPBD Kota Bima, Gufran saat membuka kegiatan selain berharap dari hasil bimtek ini dapat memberikan pengetahuan tentang kebencanaan juga dapat diaplikasi langsung oleh sekolah-sekolah.


Ini sangat penting agar kedepannya, saat terjadi bencana, apakah banjir maupun gempat bumi, pihak sekolah tidak paik dan dapat melakukannya sesuai panduan dan pengetahuan diterima.


Untuk itu sekolah usai bimtek secepatnya membuat manajemen pencegahan kebecanaan, termasuk dimana titik aman untuk mengungsi bisa terjadi bencana.


Tak lupa dirinya menyampaikan beberapa materi tentang kebencanaan, yaitu berkaitan dengan upaya menerapkan manajemen penanggulangan bencana, dilaksanakan melalui tiga tahapan.Yaitu pencegahan dan mitigasi yang masuk dalam tahap pra bencana, tertama berkaitan dengan pencegahan.


Kemudian tanggap darurat, dilakukan saat kejadian bencana, berupa upaya penyelamatan, bantuan pada masyarakat dan ketiga tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. Ini berkaitan dengan bantuan tanggap darurat, pendataan kerusakan dan evaluasi kerusakan.(red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.