![]() |
| Rapat paripurna DPRD Kota Bima |
Pandangan Umum Fraksi Golkar di DPRD Kota Bima dibacakan, Aswin Imansyah secara
mengejutkan melayangkan hantaman keras terkait proyek revitalisasi Lapangan
Serasuba senilai Rp 3,2 miliar. Mereka mempertanyakan akal sehat
pemerintah yang nekat menggelontorkan miliaran uang rakyat ke lahan yang status
asetnya masih milik Kabupaten Bima atau pihak yayasan.
Bukan cuma Serasuba,
Golkar juga menjadi satu-satunya fraksi yang berani menyuarakan jeritan rakyat
soal Mega Proyek RSUD Kota Bima. Dengan lantang, Golkar mempertanyakan
komitmen nyata pemerintah terhadap proyek kesehatan yang terbukti molor dari batas waktu kontrak 26 Juni 2026
kemarin,
Tak berhenti di situ,
proyek kolam retensi oleh NUFREP di Kelurahan Dara yang nasibnya
terkatung-katung, serta kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor
Galian C juga tak luput dari semprotan tajam Fraksi Golkar. Meski memberikan
catatan kritis yang mematikan, Golkar secara objektif tetap memberikan
apresiasi terhadap capaian status WTP serta menerima LPJ tersebut untuk dibahas
ke tingkat selanjutnya secara internal.

Suasana saat Rapat paripurna DPRD kota bima
Sementara empat Fraksi lainnya, berikan Wali Kota Bima dengan apresiasi atas opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke-12 kalinya dari BPK RI. Menyoroti sisa anggaran (SiLPA) 2025 yang membengkak raksasa mencapai Rp 89,9 miliar akibat perencanaan OPD yang amatiran. Mereka hanya mengingatkan soal kualitas perencanaan dan menyarankan uang itu dipakai menutup defisit.
termasuk imbauan normatif agar Wali Kota menindaklanjuti rekomendasi BPK demi meminimalisir kelemahan dinas-dinas. Serta lebih menyoroti tingginya belanja pegawai yang ugal-ugalan—bahkan diprediksi melonjak ngeri hingga 62% di tahun 2026 karena pemerintah gagal mendongkrak PAD dan tidak mampu menekan pengeluaran.
Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD, Syamsurih, Wakil Ketua, Alvian Indrawirawan dan Rian Kusuma Permadi.sementara Wali Kota Bima diwakili Sekda, H Fakhrunraji.(red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.