Notification

×

Iklan

Iklan

HML : Tahun ini Alokasikan Bantuan Masjid dan Mushola Rp 22 Milyar

| Sabtu, April 08, 2023 WIB Last Updated 2023-04-08T13:40:33Z
Peresmian kubah masjid Rabadompu Timur
Kota Bima -Dukung kelanjutan pembangunan Masjid dan Mushola, Tahun 2023 ini Pemerintah Kota (Pemkot) Bima alokasikan anggaran Rp 22 Milyar dan Rp 10 Milyar untuk kelanjutan Pembangunan Masjid Agung Al Muwahidin.


Itu disampaikan  Wali Kota Bima, HM Lutfi saat hadiri peresmian kubah masjid Lailatul Qadar, Lingkungan Lewiloa, Kelurahan Rabadompu Timur, Sabtu (8/4/2023).


Pada kesempatan itu pula HML sapaan Wali Kota Bima pada seluruh warga hadir meminta doanya agar diberikan kesehatan bersama Wakil Walikota Bima, Feri Sofiyan sampai berakhir massa jabatan yang tersisa 5 bulan.


"Mudah-mudahan Mada Kaso dan pak Feri selalu diberikan kesehatan, sehingga dapat menyelesaikan tugas dan tanggungjawab dengan baik disisa pengabdian kami berdua sampai selesai," ujarnya.


Turut hadir mendampingi Wali Kota Bima antara lain Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Asisten 1, Kepala Bappeda Kota Bima, Kepala Dinas Koperindag, Kabag Kesra Setda Kota Bima, Camat dan Lurah se Kecamatan Rasanae Timur.


Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE mengatakan, tahun 2023 ini jumlah anggaran pembangunan masjid dan mushalla yang digelontorkan sebesar Rp. 22 Miliar, termasuk 10 milyar untuk melanjutkan pembangunan masjid raya Al Muwahiddin.


 "Jumlah masjid dan musholah se Kota Bima sebanyak 475, sehingga uang sebesar apapun kelihatannya kecil, karena begitu banyaknya masjid dan mushala, sehingga diharapkan swadaya ditengah masyarakat harus ditingkatkan, karena bantuan pemerintah sifatnya stimulan," bebernya.


Beliau menambahkan, kampus IAIN Bima akan berdiri di wilayah timur Kota Bima diatas lahan seluas 30 hektar, dengan harapan 2 tahun kemudian cikal bakal menjadi Universitas Islam Negeri, sehingga bisa terisi fakultas ekonomi kedokteran, sarjana hukum, dan lain-lain, itu tujuannya.


Satu-satunya kampus yang ada di Indonesia langsung loncat, itu semua pengecualian dari kementerian agama untuk Kota Bima. Dalam sejarah indonesia, ini yang pertama kali, mudah-mudahan SK pengalihan dari Kementerian LHK segera keluar, kemudian ijin dari Presiden, sehingga agustus 2023 kita bisa terima mahasiswa baru. Sambungnya.


"Cukup bangga bagi saya sebagai Wali Kota Bima memimpin Kota ini, dengan keterbatasan anggaran, kita mampu meraih prestasi di tingkat NTB, 4 tahun berturut-turut meraih penghargaan pembangunan terbaik di NTB," imbuh Wali Kota.


Dulu jangan mimpi, pasti dimenangkan Mataram, tapi alhamdulillah di periodisasi bersama Wakil Wali Kota, di tahun 2021-2023 penghargaan pembangunan terus diraih, begitu juga prestasi ditingkat nasional. Semua ini berkat kerjasama antara pemerintah dan masyarakat. Cetusnya.


"Kota ini tinggal kebersihan dan penghijauan yang harus diperhatikan, dengan dinaikkannya insentif petugas kebersihan 2 kali lipat atau 1,5 juta, nantinya kita siapkan mobil penyapu jalan, sehingga tenaga kebersihan yang ada akan fokus di kelurahan-kelurahan. Tutupnya.


Sementara, Ketua Umum Pengurus Masjid Lailatul Qadri, H. Abdul Haris H. Usman, S. Sos dalam laporannya menyampaikan, atas nama panitia dan masyarakat Rabadompu Timur kami haturkan terima kasih atas bantuan hibah dari pemerintah Kota Bima sebesar 150 Juta.


"Alhamdulillah, selain peroleh bantuan hibah dari Pak Wali 150 juta, swadaya masyarakat dan pihak lain juga begitu tinggi, terkumpul 58 juta, sehingga kas masjid sebanyak 223 juta, ini semua berkat bantuan pemerintah dan swadaya masyarakat," tutupnya.(red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.