-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tekan Angka Stunting, Lurah dan Kader Kesehatan Diminta Aktif Turun ke Lapangan

| Senin, September 21, 2026 WIB Last Updated 2026-09-21T10:47:40Z
Kegiatan Bimteks peningkatan kapasitas aparatur kelurahan dan pembinaan lembaga kemasyarakatan dalam penanganan stunting di Kota Bima
Kota Bima,JangkaBima.-Penanganan masalah kesehatan dan ekonomi masyarakat memerlukan tindakan cepat dan tanggap dari jajaran pemerintah tingkat bawah. Pasalnya, masih sering ditemukan kasus ibu hamil berisiko, bayi dan balita yang membutuhkan perhatian, keluarga prasejahtera, hingga anak yang mengalami persoalan gizi buruk, namun terlambat terdeteksi.


Menyikapi fenomena tersebut, Wali Kota Bima, HA Rahman menegaskan bahwa pemerintah harus memposisikan diri sebagai garda terdepan dalam membantu dan melayani masyarakat.


"Lurah bersama perangkat RT, RW, serta kader kesehatan harus turun ke lapangan dan melihat riil kondisi warga. Lalu dengarkan keluhannya, identifikasi kebutuhannya, dan pastikan pemerintah hadir memberikan solusi," beber HA Rahman saat memberikan arahan dalam Kegiatan Bimteks peningkatan kapasitas aparatur kelurahan dan pembinaan lembaga kemasyarakatan dalam penanganan stunting di Kota Bima.


Acara digelar di aula kantor Pemkot Bima, Senin (31/09/2026) itu turut hadir Sekda dan jajaran. Lanjut Wali Kota Bima, intervensi dini sangat krusial agar penanganan masalah gizi dan kemiskinan tidak terlambat. Oleh karena itu, HA Rahman mengajak seluruh lapisan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk membangun semangat gotong royong dan memperkuat kepedulian sosial. Langkah ini dinilai sebagai kunci utama dalam menurunkan angka stunting sekaligus mendorong kemandirian masyarakat.


Di akhir penyampaiannya, ia meminta seluruh peserta yang hadir untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh demi membawa perubahan nyata di lingkungan masing-masing."Mari jadikan kegiatan ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi dan meningkatkan kualitas pelayanan pemerintahan di tingkat kelurahan," pungkasnya.(Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.