-->

Notification

×

Iklan

Iklan

16 Hari Pasca Pindah Gedung Baru, Sekda Pimpin Rakor Kesiapan Pelayanan RSUD Kota Bima

| Rabu, September 16, 2026 WIB Last Updated 2026-09-16T11:28:38Z

Sekda saat pimpin Rakor persiapan pelayanan RSUD Kota Bima 
Kota Bima,JangkaBima.- Enam belas hari setelah resmi memindahkan operasionalnya dari gedung lama ke gedung baru, Pemerintah Kota Bima diwakili Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bima memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Dokter Penanggung Jawab Pelayanan (DPJP) di gedung baru RSUD Kota Bima, berlokasi Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Rabadompu Barat, Rabu (16/09/2026).

 

Rapat strategis ini dihadiri langsung oleh Direktur RSUD Kota Bima, Kepala BPKAD, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Kesehatan beserta Sekretarisnya, serta jajaran dokter spesialis dan DPJP.

 

dilansir dari lama Website https://kominfotik.bimakota.go.id/ dalam arahannya, Sekda Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, menegaskan agar seluruh aspek pelayanan dipersiapkan secara menyeluruh tanpa kompromi. Kesiapan tersebut mencakup performa tenaga kesehatan, ketersediaan sarana dan prasarana, hingga fasilitas pendukung.

 

"Kita harus mempersiapkan pelayanan RSUD ini dengan baik, lahir maupun batin. Semua harus benar-benar siap agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan optimal," tegas Fakhrunraji di hadapan forum.


 Baca juga :

https://www.jangkabima.com/2026/08/pemkot-bima-targetkan-rsud-phtc.html

https://www.jangkabima.com/2026/08/Sengkarut-Anggaran-Rehab-Kantor-RSUD-Kota-Bima-Dari-Tender-Batal-Dana-CSR-HK-hingga-Dugaan-Titipan-APBD-P.html


Ada tiga poin krusial yang diinstruksikan Sekda dalam pertemuan tersebut, yaitu RSUD didesak memperkuat kerja sama dengan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda). Sekda meminta segala kebutuhan dan konsekuensi teknis dari kemitraan ini segera dituntaskan.

 

Dinas Kesehatan diminta bergerak cepat menyediakan tiga unit ambulans baru guna mendukung mobilitas dan layanan kedaruratan rumah sakit. Meneruskan instruksi langsung Wali Kota Bima, Sekda mengingatkan agar pengadaan alkes tidak terjebak pada formalitas harga murah. Aspek kualitas dan kesesuaian kebutuhan medis wajib menjadi prioritas utama.

"Pesan Pak Wali, dalam pengadaan alat kesehatan jangan hanya mencari yang murah. Kita harus mengutamakan alat yang kualitasnya bagus dan sesuai dengan kebutuhan, sehingga menunjang pelayanan medis secara optimal," lanjutnya.

 

Untuk informasi, berdasarkan data resmi, Pemkot Bima bersama Manajemen RSUD telah menghentikan operasional di gedung lama (Jalan Datuk Dibanta, Kelurahan Jatiwangi) dan mengalokasikannya ke gedung baru per 1 September 2026.

 

Meski pemindahan fisik telah berjalan lebih dari dua pekan, kepastian mengenai apakah seluruh jenis layanan kesehatan sudah berfungsi 100 persen di gedung baru masih tandatanya. Hingga berita ini diturunkan, Direktur RSUD Kota Bima, dr. Fathurrahman, belum memberikan jawaban saat dikonfirmasi mengenai progres riil operasional layanan.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bima, Ahmad, enggan berkomentar banyak dan menyarankan pihak media untuk menanyakan langsung kendala teknis lapangan kepada Direktur RSUD.


hasil pantauan media ini, Rabu 16 September 2026, masih tersisa sejumlah pekerjaan fisik, diantaranya pekerjaan pagar depan, kemudian penataan lahan dibagian kanan bangunan gedung baru belum tuntas.(red)


#RSUDKOTABIMA #kementeriankesehatanri #kotabima #kesehatan #bima #

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.