![]() |
| TIm dari BI NTB dan jajaran Pemkot Bima saat tinjau lokasi |
Kota Bima,JangkaBima.-Rencana besar Pemerintah Kota Bima untuk menyulap kawasan eks Kantor Bupati Bima menjadi pusat ekonomi modern kian mendekati kenyataan. Proyek strategis Plaza Hybrid Kota Bima Mantika senilai Rp413,4 miliar kini memasuki tahapan penting setelah dinyatakan lolos kurasi ketat dalam ajang Sasambo Investment Challenge (SIC) 2026.
Langkah maju ini ditandai dengan kunjungan kerja Tim
Bank Indonesia (BI) Perwakilan NTB yang diterima langsung oleh Sekretaris
Daerah Kota Bima, Drs. H. Muhammad Fakhrunraji, ME, di Aula Parenta
Kantor Wali Kota Bima pada Selasa (8/9/2026). Pertemuan strategis tersebut
langsung dilanjutkan dengan peninjauan lapangan di lokasi proyek kawasan eks
Kantor Bupati Bima.
Peninjauan ini merupakan bagian dari fase Project
Incubator. Tahapan krusial ini bertujuan menggodok proposal proyek hingga
memenuhi standar kualifikasi Investment Project Ready to Offer (IPRO),
sebuah status yang menandakan proyek tersebut benar-benar matang dan siap
dipasarkan secara global kepada para investor potensial.
Sekda Kota Bima menegaskan bahwa pemerintah daerah
berkomitmen penuh membuka keran investasi guna menciptakan mesin pertumbuhan
ekonomi baru di kawasan tersebut.
"Ini merupakan salah satu upaya konkret
Pemerintah Kota Bima untuk menghadirkan investasi yang dapat menggerakkan roda
perekonomian, membuka lapangan usaha baru, sekaligus memberikan manfaat nyata
bagi kesejahteraan masyarakat," ujar Fakhrunraji.
Plaza Hybrid Mantika diproyeksikan berdiri di atas
lahan seluas 25.000 meter persegi. Mengusung konsep kawasan mixed-use
terintegrasi, megaproyek ini nantinya akan merangkum berbagai fasilitas modern.
Meliputi, Plaza Hybrid Mantika dirancang sebagai kawasan
mixed-use yang mencakup pusat perdagangan, kuliner, hotel, hiburan, event hall,
ruang publik, perkantoran dan smart parking.
Asisten Manajer sekaligus Analis Junior Kantor
Perwakilan BI Provinsi NTB, Faudarita Umaida Ulfah, memberikan sinyal
positif terhadap prospek bisnis di Kota Bima. Menurutnya, kota ini memiliki
daya tarik kuat berkat posisi geografisnya yang strategis serta tingkat
konsumsi masyarakat yang tinggi.
BI NTB menjadwalkan proyek-proyek yang berhasil
menyelesaikan fase inkubasi ini, termasuk Plaza Hybrid Mantika, untuk
dipertemukan langsung dengan para investor kelas kakap dalam forum utama SIC
pada Oktober 2026 mendatang.
Dengan adanya pendampingan intensif dari Bank
Indonesia, Pemerintah Kota Bima optimistis proposal Plaza Hybrid Mantika akan
tampil sangat kompetitif, siap memikat para penanam modal, dan menjadi motor
penggerak ekonomi baru yang merevolusi wajah Kota Bima.(red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.