-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Kini Bayar Retribusi Sampah di Kota Bima Tinggal Scan QRIS dari Rumah

| Kamis, Agustus 27, 2026 WIB Last Updated 2026-08-27T13:00:02Z
Pembayaran retribusi sampah pakai Qris
Kota Bima,JangkaBima.– Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bima terus bergerak agresif dalam mengoptimalkan target Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menggandeng teknologi dan penguatan SDM, DLH resmi memperluas sistem pembayaran retribusi sampah digital berbasis QRIS di tingkat rumah tangga sekaligus menata sistem kerja juru pungut di setiap kelurahan.


Langkah strategis ini diambil untuk membangun tata kelola pelayanan persampahan yang lebih tertib, transparan, dan akuntabel. Revolusi digital pembayaran retribusi sampah kini tinggal scan QRIS merupakan salah satu terobosan utama DLH Kota Bima adalah melakukan digitalisasi pembayaran retribusi secara masif. 


Ke depan, stiker atau papan QRIS akan ditempatkan langsung di rumah-rumah pelanggan layanan persampahan.


Sistem ini dirancang untuk mempermudah masyarakat melakukan pembayaran secara instan, aman, dan praktis dari ponsel mereka. Selain memangkas birokrasi, migrasi dari tunai ke non-tunai ini memastikan seluruh transaksi tercatat secara real-time. Hal ini menutup celah kebocoran anggaran dan menjamin setiap rupiah retribusi masuk langsung ke kas daerah demi optimalisasi PAD.


Tidak hanya memperbarui sistem teknologi, DLH juga memperkuat barisan Sumber Daya Manusia (SDM) di lapangan. DLH mendorong penempatan juru pungut resmi di setiap kelurahan, memanfaatkan tenaga PPPK maupun tenaga paruh waktu sesuai dengan kapasitas anggaran daerah.


Petugas lapangan ini memegang peran krusial. Mereka tidak hanya bertugas menagih retribusi, tetapi juga memvalidasi data pelanggan secara berkala agar pencatatan di tingkat kelurahan semakin rapi dan akurat.


Guna memacu kinerja di tingkat akar rumput, setiap kelurahan kini akan diberikan target penerimaan retribusi persampahan yang proporsional. DLH memastikan penentuan target ini tidak asal tembak, melainkan dihitung berdasarkan potensi riil wilayah.


Beberapa indikator utama yang menjadi acuan meliputi, jumlah riil pelanggan di wilayah tersebut, luas cakupan pelayanan kebersihan dan Kapasitas dan performa armada pengangkut serta jumlah personel dan ketersediaan sarana pendukung di lapangan.


Melalui pendekatan ini, DLH menegaskan bahwa genjotan PAD harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pelayanan. Logikanya sederhana: semakin bersih dan prima layanan sampah yang diberikan, semakin tinggi pula kesadaran serta kepatuhan warga untuk membayar retribusi.


DLH juga imbau warga gunakan jalur resmi mengantisipasi adanya oknum tidak bertanggung jawab, DLH Kota Bima mengimbau keras masyarakat untuk selalu waspada terhadap pihak-pihak yang mengatasnamakan petugas DLH.


Warga diminta memprioritaskan pembayaran melalui mekanisme digital QRIS resmi yang sudah disediakan dan selalu menyimpan bukti transaksi dengan baik. Jika menemukan gerak-gerik mencurigakan atau mengalami kebingungan terkait tagihan, masyarakat diimbau segera melapor ke kanal pengaduan resmi DLH Kota Bima untuk ditindaklanjuti.


Melalui sinergi digitalisasi, akurasi data, dan penguatan performa SDM, DLH Kota Bima optimistis mampu mewujudkan sistem retribusi yang modern dan berkelanjutan. Sektor persampahan kini bukan lagi sekadar urusan kebersihan, melainkan motor penggerak pembangunan daerah menuju Kota Bima yang Bersih, Indah, Sehat, dan Asri (BISA).(Red)

#sampah #QRIS #retribusi #kotabima

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.