-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Tekan Stunting dari Akar Rumput, DPPKB Kota Bima Perkuat Peran Kader Kelurahan

| Sabtu, Juni 06, 2026 WIB Last Updated 2026-06-06T13:47:18Z
Kepala DPPKB Kota Bima, H. Ichwanul Muslimin saat beri pengarahan pada kader Kelurahan 
Kota Bima, JangkaBima .– Upaya percepatan penurunan angka stunting di Kota Bima tidak hanya bertumpu pada kebijakan pemerintah, tetapi juga mengandalkan peran kader yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Bima menggelar kegiatan penguatan kapasitas bagi Kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) sebagai garda terdepan program Bangga Kencana.


Kepala DPPKB Kota Bima, H. Ichwanul Muslimin, mengatakan kader IMP memiliki posisi penting dalam mendampingi keluarga dan menyampaikan berbagai program pemerintah hingga ke tingkat lingkungan dan kelurahan.


"Kader IMP merupakan ujung tombak di lapangan. Mereka yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, memberikan edukasi, serta mendampingi keluarga yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk keluarga berisiko stunting," ujarnya, Selasa (2/6/2026).


Menurutnya, tantangan penanganan stunting saat ini tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan gizi, tetapi juga menyangkut pola asuh, kesehatan keluarga, hingga perencanaan keluarga yang baik. Karena itu, para kader perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan yang memadai agar mampu menjalankan tugas secara efektif.


Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari percepatan penurunan stunting, pendampingan keluarga berisiko stunting, edukasi kesehatan keluarga, pelayanan keluarga berencana, hingga penguatan implementasi Program Bangga Kencana di tengah masyarakat.


Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang memberi ruang bagi para kader untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka temui di lapangan.


"Kami ingin kader tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mencari solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi saat mendampingi masyarakat," jelas Ichwanul.


Ia berharap hasil penguatan kapasitas tersebut dapat meningkatkan kualitas pendampingan yang dilakukan kader IMP sehingga program pemerintah dalam menekan angka stunting dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.


"Dengan kemampuan yang semakin baik, kader diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu mendorong lahirnya keluarga sehat, berkualitas, dan sejahtera. Kolaborasi antara kader, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan percepatan penurunan stunting di Kota Bima," pungkasnya.(Red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.