![]() |
| Suasana saat peserta lelang di gedung yayasan Islam bima |
Sekitar 20 orang peserta mengklaim telah mengorbankan waktu dan hadir sejak pagi hari di lokasi lelang. Sialnya, kehadiran mereka seperti dianggap angin lalu oleh pihak panitia.
"Harusnya kami
dipanggil dan dilibatkan di dalam ruangan, bukan setelah selesai dan ada
pemenang baru kami dikasih tahu. Ini sangat tidak profesional dan tidak
menghargai kami," keluh Ahmad dengan nada kecewa.
Senada dengan Ahmad,
Furkan melihat ada skenario sepihak yang sengaja dirancang panitia. Akibat
perlakuan diskriminatif ini, Marno bersama peserta lainnya menyatakan mosi
tidak percaya dan menolak mentah-mentah hasil lelang tersebut.
Guna meluapkan kekecewaan yang mendalam, para peserta kini bersiap menempuh
jalur resmi dengan mengirimkan surat protes dan melaporkan kejanggalan ini ke
polisi.
Hingga
berita ini diterbitkan, pihak panitia lelang dari Yayasan Islam Bima belum
memberikan keterangan resmi terkait tudingan yang disampaikan oleh para
peserta.(red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.