![]() |
| Ilustrasi |
Warga menilai, janji tersebut hanya menjadi retorika politik yang kembali diulang setiap momentum pemilu, namun minim tindak lanjut setelah kursi kekuasaan diraih. Padahal, persoalan jaringan telekomunikasi di Desa Piong telah lama menjadi keluhan masyarakat.
Salah satu tokoh masyarakat setempat, Hakim, mengatakan warga masih mengingat jelas komitmen yang pernah disampaikan kepada masyarakat terkait peningkatan kualitas jaringan di desa tersebut.
“Janji itu disampaikan langsung ke kami. Harapannya besar karena jaringan di sini memang sangat terbatas. Tapi sampai sekarang belum ada perubahan,” ujarnya, Minggu (24/5/2026).
Menurut warga, lemahnya jaringan telekomunikasi tidak hanya menghambat komunikasi sehari-hari, tetapi juga berdampak pada sektor pendidikan dan ekonomi masyarakat. Para pelajar disebut kesulitan mengikuti pembelajaran berbasis internet, sementara pelaku usaha kecil tidak bisa maksimal memanfaatkan platform digital untuk mengembangkan usaha mereka.
Kondisi itu dinilai ironis di tengah gencarnya program transformasi digital yang terus digaungkan pemerintah. Warga menilai masih ada wilayah yang tertinggal dari sisi infrastruktur dasar, khususnya akses jaringan telekomunikasi.
Warga lainnya juga mempertanyakan keseriusan wakil rakyat dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. Mereka berharap persoalan jaringan menjadi perhatian utama karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat di era digital saat ini.
“Kami tidak meminta yang muluk-muluk. Ini kebutuhan dasar di era sekarang. Kalau memang pernah dijanjikan, seharusnya diperjuangkan,” tegas seorang warga.
Selain mendesak realisasi janji tersebut, warga juga meminta adanya transparansi terkait langkah atau upaya yang telah dilakukan. Minimnya komunikasi dari pihak terkait dinilai semakin memperkuat kesan bahwa aspirasi masyarakat diabaikan.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari Lila Rahmadani Sukendy terkait perkembangan rencana peningkatan kapasitas tower jaringan telekomunikasi di Desa Piong.
Situasi ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan publik merupakan amanah yang harus dijaga. Tanpa realisasi nyata, janji politik berpotensi menjadi catatan panjang kekecewaan masyarakat terhadap para wakil rakyat.(Red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.