![]() |
| kondisi pagar seng dilapangan serasuba |
Rencana relokasi tersebut muncul karena Lapangan Serasuba masih tertutup pagar seng proyek revitalisasi. Padahal, proyek yang bersumber dari anggaran tahun 2025 itu sebelumnya diklaim telah selesai dikerjakan.
Untuk informasi, bulan Ramadhan tahun 2026 ini tinggal menghitung hari, tepatnya 18 Pebruari, semetara pagar seng mengelilingi lapangan serasuba tak kunjung dibongkar dengan alasan adanya tambahan anggaran sebesar Rp 5 miliar pada tahun ini untuk kelanjutan pengerjaan revitalisasi. Tambahan anggaran tersebut disebut-sebut menjadi dasar belum dibukanya kembali area lapangan untuk aktivitas publik, termasuk penyelenggaraan Pasar Ramadhan yang setiap tahun menjadi pusat perputaran ekonomi warga.
Kondisi ini sebelumnya menuai kritik dari anggota DPRD Kota Bima dan para Pedagang Kaki Lima dan masyarakat. Mereka mempertanyakan sikap pemerintah yang dinilai tidak transparan dan lamban membuka kembali fasilitas publik, meski proyek utama disebut telah rampung.
Sementara beberapa tahun terakhir Lapangan Serasuba sudah menjadi ikon pasar khusus bulan ramadhan, berbagai makanan untuk berbuka puasa bagi masyarakat Kota dan Kabupaten Bima.
Kepala Diskoperindag Kota Bima, Ruslan, saat dikonfirmasi memberikan keterangan singkat. Ia membenarkan adanya rencana relokasi Pasar Ramadhan dari Lapangan Serasuba.
“Memang ada rencana relokasi Pasar Ramadhan. Untuk lokasinya, nanti akan dibahas lebih lanjut,” ujarnya singkat sambil mengarahkan untuk informasi satu pintu di Kominfotik, Rabu (11/2/2026)
Hingga kini, belum ada kepastian apakah dipastikan akan direlokasi atau akan tetap di lapangan Serasuba. Sementara waktu pelaksanaan Pasar Ramadhan semakin dekat, para pedagang berharap pemerintah segera mengambil keputusan agar persiapan dapat dilakukan lebih awal.Publik kini menanti kejelasan sikap Pemerintah Kota Bima: apakah pagar seng akan tetap berdiri dengan alasan tambahan anggaran, ataukah Lapangan Serasuba kembali dibuka demi kepentingan masyarakat luas.(Red)
#serasuba #pasarramadhan #kotabima #revitalisasi


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.