![]() |
| Suasana penolakan pedagang saat akan ditertibkan |
Petugas Satpol PP yang datang untuk meminta pedagang memindahkan lapak ke lokasi baru di Pasar Senggol dihadang oleh sejumlah pedagang yang menilai kebijakan tersebut belum berpihak kepada mereka.
Dari video viral beredar di media sosial Facebook, para pedagang beralasan, lokasi Pasar Ramadan yang baru di Pasar Senggol dinilai tidak layak. Selain kondisi tempat yang dianggap sempit, mereka juga mempersoalkan proses pendataan calon pedagang yang dinilai tidak transparan.
“Lokasinya sempit dan pembagian lapaknya tidak jelas. Kami yang sudah lama berjualan saat Ramadan malah tidak tahu apakah dapat tempat atau tidak,” ujar salah seorang pedagang.
Sebagian besar pedagang lama Pasar Ramadan memilih tetap bertahan di Lapangan Serasuba yang merupakan lokasi lama mereka berjualan setiap bulan suci Ramadan. Mereka menilai lokasi tersebut lebih strategis, luas, dan sudah dikenal masyarakat sebagai pusat kuliner Ramadan.
Baca juga : https://www.jangkabima.com/2026/02/Puluhan-Pedagang-Pasar-Ramadan-Datangi-Kantor-Wali-Kota-Bima-Keluhkan-Lapak-dan-Transparansi-Penerima%20.html
Situasi sempat memanas ketika petugas meminta pedagang segera membongkar lapak. Namun hingga berita ini diturunkan, para pedagang masih bertahan dan meminta Pemerintah Kota Bima untuk melakukan dialog terbuka agar persoalan lokasi dan pendataan dapat diselesaikan secara adil dan transparan.
Pedagang berharap pemerintah tidak mengambil langkah sepihak dan mempertimbangkan kembali pemindahan lokasi tanpa kesiapan fasilitas yang memadai.(Red)
#serasuba #penertiban #pkl #pasar #takjil #ramadhan


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.