![]() |
| Rumah rusak akibat angin kencang di kabupaten bima |
Berdasarkan data awal dari Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima, beberapa wilayah yang terdampak cukup
parah meliputi sembilan desa di beberapa kecamatan.
Kecamatan
Wera, Desa Tawali sekitar pukul 11.20 wita angin kencang menyebabkan terjadinya
pohong tumbang dan sebabkan tiga rumah warga rusak berat. Lainnya enam rumah
warga juga rusak akibat terjangan angin kencang.
Desa
Sangiang musibah bencana angin kencang mengakibatkan kerusakan rumah warga,
dampak kejadian ini satu rumah warga rusak. Desa Ntoke, angin kencang sebabkan
satu mobil warga rusak akibat tertimpa pohon. Desa Oi Tui garasi mobil rusak
perah.
Sementara di
Desa Wora di jalan Lintas Bima-wera akibat angin kencang pohon tumbang hingga
menggangu arus lalulintas. Kondisi saat ini telah berhasil dievakausi TNI dan
Polri dibantu warga.
Kecamatan Ambalawi,
Desa Mawu pohon tumbang berukuran besar dan sedang, dampak kejadian ini jalan
lintas Bima-wera Desa Mawu Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima terganggu, dan 1
unit mobil yang sedang melintas rusak pada bagian depan akibat tertimpa dahan
pohon.
Kecamatan
Tambora tepatnya di Desa Rasabou akibat angin puting beliung dua rumah warga
alami kerusakan. Desa Kawinda Na'e juga dua unit rumah rusak akibat angin
kencang disertai hujan.
Kemudian Desa
Labuan kananga akibat angin kencang mengakibatkan kerusakan sarana pendidikan,
dampak kejadian ini Sekolah SDN Labuan kananga mengalami kerusakan pada bagian
atap.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bima melalui Kabid
Kedaruratan dan Logistik, Nurul Huda menyatakan bahwa cuaca ekstrem ini telah
mengganggu aktivitas harian warga. Tim reaksi cepat telah diterjunkan ke lokasi
terdampak untuk melakukan kaji cepat dan memberikan bantuan darurat bagi warga
yang rumahnya mengalami kerusakan berat maupun ringan.
pihaknya juga mengimbau
masyarakat di wilayah rawan bencana hidrometeorologi untuk tetap meningkatkan
kewaspadaan, mengingat potensi hujan lebat disertai angin kencang masih mungkin
terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Hingga saat ini, pihak pemerintah daerah masih terus melakukan pendataan untuk memastikan jumlah total bangunan yang terdampak serta estimasi kerugian materil yang ditimbulkan oleh bencana ini.(red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.