Kota Bima, JangkaBima. – Badan
Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kota Bima kembali menggelar kegiatan Pertemuan
Inkubasi Bisnis sebagai langkah nyata memperkuat ekosistem inovasi daerah.
Kepala Brida Kota Bima saat buka kegiatan Pertemuan Inkubasi Bisnis
Kegiatan yang berlangsung dengan
konsep green meeting ini diikuti oleh 20 inovator Kota Bima yang tengah
mengembangkan produk inovatif agar siap menembus dunia industri.
Kepala BRIDA Kota Bima, Arif
Roesman Effendy, ST., M. Sc., MT saat membuka kegiatan menyampaikan, bahwa
pertemuan ini merupakan bagian dari komitmen BRIDA untuk membina para inovator
lokal agar hasil inovasinya memiliki nilai tambah dan berkelanjutan.
“Melalui inkubasi bisnis ini,
kami ingin mendorong para inovator agar tidak berhenti di tahap ide atau
prototipe. BRIDA siap menjadi jembatan antara inovator dan peluang industri,
sehingga karya yang lahir dari daerah bisa berdampak luas dan bernilai
ekonomi,” ujarnya.
Sebagai narasumber utama, hadir
Bapak Muhammad Darwis, SP., praktisi NGO yang telah berpengalaman lebih dari
dua dekade dalam pengembangan inovasi dan pemberdayaan masyarakat. Dalam sesi
sharing knowledge dan speed pitching, beliau membagikan pengalaman serta
strategi dalam mengembangkan model bisnis, memperluas jejaring, dan
mempersiapkan inovasi agar siap di hilirisasi ke industri.
Kegiatan ini juga menjadi ruang
interaktif bagi para inovator untuk mempresentasikan ide, berdiskusi langsung
dengan ahli, dan mendapatkan masukan konstruktif untuk pengembangan inovasi
yang lebih matang. Selain itu, seluruh pelaksanaan kegiatan menerapkan konsep
green meeting, ramah lingkungan, minim plastik sekali pakai, dan efisien dalam
penggunaan sumber daya.
Dengan terselenggaranya
kegiatan ini, BRIDA Kota Bima berharap semakin banyak inovasi lokal yang
tumbuh, berdaya saing, dan siap masuk ke industri, sebagai bagian dari upaya
membangun ekonomi daerah berbasis pengetahuan dan kreativitas.(red)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.