Notification

×

Iklan

Iklan

Penuntasan Pembangunan Masjid AL Muwahidin Masih Butuh Anggaran Rp 16 Milyar

| Kamis, Februari 08, 2024 WIB Last Updated 2024-02-08T12:01:10Z
Terkini kondisi masjid Agung Al Mujahidin Kota Bima
Kota Bima, JB.- Pembangunan masjid Al Muwahidin di gagas mantan Wali Kota Bima, HM Lutfi dan Feri Sofiyan periode 2018-2019 tuntas dikerjakan tahun 2023.

 

Masjid yang dulunya kerap jadi sorotan masyarakat karena terbengkalai itu pun kini terlihat begitu megah dengan warna keemasan dan penataan dinding bangunan yang indah serta penataan halaman rapi.

 

Hanya saja, untuk menuntaskan keseluruh pengerjaan pembangunan Masjid Agung di Kota Bima itu masih membutuhkan anggaran sekitar Rp 16 milyar.

 

Kepala Dinas PUPR Kota Bima, Agus Purnama mengatakan, untuk pengerjaan di tahun 2023 sudah tuntas, dengan keseluruan anggaran digelontorkan sebesar kurang lebih Rp 18 Milyar, dimulai dari tahun 2021 dan 2023.

 

“ kalau untuk halaman dan dinding serta kubah sudah selesai, tinggal penguatan strukturnya saja,” ungkap Agus.

 

Untuk menuntaskannya secara keseluruhan memang masih membutuhkan anggaran lanjutan, yaitu untuk pengerjaan penguatan struktur dalam bangunan yang diperkirakan masih membutuhkan anggaran Rp 16 milyar.

 

Kalau sudah dikerjakan penguatan strukturnya maka seluruh pengerjaan pembangunan masjid Agung Al Muwahidin selesai secara keseluruhan.

 

 

Kemegahan masjid Agung Al Muwahidin saat ini pun menjadi kebangaan besar masyarakat Kota Bima, beranda media sosial pun penuh dengan postigan tentang foto-foto kondisi masjid.

 

 

Untuk informasi, pembangunan Masjid Agung Al Muwahidin sempat terunda dan terlantar puluhan tahun, pasca bangunan masjid awal dirubuhkan.

 

Perubahan kepemimpinan Wali Kota pun tak sanggup menuntaskannya, selama ini pembangunannya hanya bersumber dari dukungan seadanya dari pemerintah  daerah, ditambah sumbangan pribadi serta swasta dan BUMN.

 

Lalu pada pilkada Tahun 2018, pasangan calon Wali Kota Bima dan Wakil Wali Kota Bima saat itu, HM Lutfi dan Feri Sofiyan menjanjikan untuk menuntaskannya.

 

Setelah dilantik, beberapa kendala sempat menghadang kelanjutan pembangunannya, mulai dari masaah status lahan wakaf hingga Pemerintah Daerah tidak bisa mengambil alih pembangunannya.

 

Sampai kemudian Lutfi-Feri mendorong untuk tetap dibangun, kemudian pada tahun 2021 mulai dibangun dengan anggaran sebesar Rp 9 milyar, karena kendala regulasi di tahun 2022 tak bisa dilanjutkan.

 

Pada tahun 2023 kembali digelontorkan anggaran Rp 8 milyar lebih dan dapat diselesaikan pada akhir bulan pebruari tahun 2024 kemarin.

 

Sementara untuk alokasi anggaran kelanjutannya sepertinya tidak dialokasi oleh Pj Wali Kota Bima, HM Rum di Tahun 2024 ini.(red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.