Notification

×

Iklan

Iklan

Irfan Terpilih Secara Aklamasi Pimpin Pordasi Kabupaten Bima

| Senin, Juli 25, 2022 WIB Last Updated 2022-07-25T02:43:58Z
Pemilihan ketua Pordasi kabupaten Bima 

Bima, JangkaBima.com.-

Irfan H. M Noor, S. Sos, terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) Kabupaten Bima periode 2022-2026. 


Camat Woha tersebut terpilih melalui Muskab dilangsungkan di Gelanggang Olahraga Berkuda Panda Kabupaten Bima, Minggu, (24/7/2022). 


Ketua panitia Muskab Fahri, S. Sos, menyampaikan, kegiatan ini diselenggarakan merujuk pada AD/ART Pordasi Kabupaten Bima, mengingat periodesasi kepengurusan sebelumnya sudah berakhir, maka harus dilakukan pembentukan ulang kepengurusan baru. 


"Ini adalah Muskab ke-5 Pordasi Kabupaten Bima untuk periode 2022-2026" kata dia. 


Lanjut dia, pihaknya mengundang dua orang perwakilan satu kecamatan untuk memberikan hak pilih dalam pemilihan ini. 


"Pemilihan ketua dan pengurus baru adalah keharusan untuk menentukan arah Pordasi Kabupaten Bima kedepan," Kata dia. 


Sementara Irfan H. M Noor, S. Sos Ketua Pordasi Kabupaten Bima yang dipilih secara aklamasi menyampaikan, terimakasih kasih banyak kepada peserta Muskab Kabupaten Bima Pordasi. 


"Terima kasih atas kepercayaan dan amanah diberikan kepada saya untuk memimpin Pordasi Kabupaten Bima," kata dia. 


Kata dia, Pacuan tradisional ini mengandung nilai budaya, olahraga dan ekonomi, satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dari pacuan kuda. Awal mula sejak tahun 1925 saat itu perayaan ulang tahun ratu Belanda, kenapa Bima dipilih untuk pelaksanaan pacuan kuda saat itu, karena Bima dikenal kuda yang begitu kokoh dan kuat. 


"Ribuan orang ter hidupkan melalui pacuan kuda ini, para pemilik kuda mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi pengganguran dengan memelihara kuda," kata dia. 


Dalam waktu dekat, pihaknya akan menetapkan usia joki yang pantas dan layak menunggang kuda saat berlaga, sesuai kualifikasi usia, umur dan tinggi kuda. 


"Kita akan buatkan ketentuan dan aturan yang memiliki standar keamanan, pacuan kuda tradisional tidak boleh hilang begitupun dengan joki anak," kata dia. 


Irfan meminta komposisi baru Pordasi Kabupaten Bima harus bisa bekerja sama, mempertahankan nilai budaya, menjalankan amanat organisasi, terutama aspek ekonomi tetap terjaga dengan baik. 


Sementara perwakilan Pordasi NTB Mulyodo, mengusulkan kepada Ketua dan pengurus Pordasi Kabupaten Bima yang baru agar menyusup Perbub atau ketentuan lain yang mengatur soal standarisasi. 


"Tolong aturan dari Pordasi di mantapkan dulu, seperti apa usia joki dan seperti apa aturan yang diberlakukan," kata dia. Dia juga mengusulkan, Kuda pacuan, Joki dan pelepas harus terdaftar, harap dia, (JB06).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.

×
Berita Terbaru Update