Notification

×

Iklan

Iklan

Wali Kota Bima Letakan Batu Pertama Pembangunan Menara Masjid Baiturrahman Kodo

| Senin, Oktober 18, 2021 WIB Last Updated 2021-10-18T12:49:30Z
Foto saat wali kota Bima letakan batu pertama pembangunan masjid Baiturrahman Kodo

Kota Bima, JangkaBima.-

Wali Kota Bima H. Muhammad Lutfi, SE meletakan batu pertama pembangunan menara Masjid Baiturrahaman, Lingkungan Kodo I, Kelurahan Kodo, Kecamatan Rasanae Timur pada Senin 18 Oktober 2021.


Kegiatan yang berlangsung di halaman Masjid Baiturrahman itu juga dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Bima, Kabag Kesra, Ketua LPM Kelurahan Kodo, Lurah Kodo, Camat Rasanae Timur, Camat Asakota, Pengurus Masjid serta tamu undangan lainnya.


Ketua pelaksana pembangunan menara Masjid Baiturrahman menyampaikan, penggalian pondasi menara Masjid Baiturahman telah berlangsung selama tiga hari, sejak sabtu (16/10) dan dikerjakan secara gotong royong  oleh masyarakat kelurahan Kodo.


‘’Alhamdulillah selama tiga hari kita gotong royong, dukungan moril maupun material dari masyarakat Kodo luar biasa,’’ akunya.


Terbukti, selama gotong royong berlangsung, warga tidak hanya menyumbangkan tenaga. Banyak masyarakat juga memberikan bantuan berupa besi, semen bahkan uang tunai, dengan total sekitar Rp 50 juta.


‘’Untuk pembangunan menara masjid ini kita membutuhkan anggaran sekitar Rp 500 juta,’’ sebutnya.


Untuk mendukung pembangunan menara Masjid Baiturrahman, panitia telah mengajukan proposal permintaan bantuan dana pada Pemerintah Kota Bima senilai Rp 150 juta. Namun yang disetujui Rp 100 juta. Kekurangan itu harapnya, ke depan kembali di bantu  oleh pemerintah Kota Bima. Supaya pembangunan menara Masjid Baiturrahman bisa segera diselesaikan.


‘’Kami sangat mengharapkan dukungan lagi dari Pemerintah Kota lebih kurang 350 juta kedepannya," harapnya.


Wali Kota Bima, H. Muhammad Lutfi, SE saat memberikan sambutan mengatakan dari permintaan dana yang diajukan panitia pembangunan menara Masjid Baiturrahman Rp 150 juta, hanya bisa dipenuhi Rp 100 juta. Ini terjadi, karena tahun 2021 ini terjadi pandemic Covid-19, sehingga semua anggaran pemerintah direfocusing.


Sehingga kata dia, tidak hanya bantuan dana hibah yang dipangkas, tapi juga berdampak pemangkasan belanja modal.


‘’Kondisi ini berdampak terhadap pembangunan di Kota Bima tahun 2020-2021,’’ ungkap Wali Kota.


Meski demikian kata Wali Kota Bima, pemerintah tetap berusaha agar sarana dan prasarana bisa baik. Seperti penambahan infrastruktur pada Masjid Baiturrahman.


Diakui, dukungan pemerintah terhadap pembangunan menara Masjid Baiturrahman masih kecil. Wali Kota Bima yakin dengan stimulus dari pemerintah, masyarakat akan bahu membahu membantu menyelesaikan pembangunan menara masjid ini.


 ‘’Saya yakin warga Kota Bima pasti mau berjihad di jalan Allah. Menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu membangun rumah ibadah,’’ tutupnya.(JB06)


1 komentar:

  1. The pharmaceutical business's most complete news and information delivered every month. Aprecia Pharmaceuticals is the one firm with an approved 3D printed pharmaceutical, Spritam for the therapy of epilepsy. Although many issues must be solved for advanced organs to be 3D bioprinted and subsequently transplanted right into a patient, simple organs such because the Hats for Men bladder have been transplanted into patients the explanation that} early 2000s.

    BalasHapus



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.

×
Berita Terbaru Update