![]() |
| Wali Kota Bima saat serahkan bantuan beras bagi 300 KK risiko stunting |
Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Kota Bima, Gufran, dalam laporan pembukanya menekankan bahwa penanganan stunting merupakan tantangan krusial yang berdampak langsung pada masa depan kualitas sumber daya manusia dan generasi penerus bangsa.
"Pemerintah daerah berkomitmen penuh dan bergerak selaras mendukung program nasional maupun daerah dalam percepatan penurunan stunting, melalui pendekatan pemenuhan pangan yang bergizi dan berkualitas," ujar Gufran.
Ia merinci, total bantuan yang disalurkan pada tahap ini mencapai 3 ton beras. Bantuan tersebut dialokasikan kepada 300 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan anak berisiko stunting yang tersebar di tiga wilayah kerja puskesmas, yakni PKM Paruga, PKM Mpunda, dan PKM Asakota, di mana masing-masing puskesmas menerima alokasi untuk 100 sasaran. Intervensi spesifik ini dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memenuhi kebutuhan energi mikro dan karbohidrat anak.
Sementara itu, Wali Kota Bima H.A. Rahman H. Abidin menegaskan bahwa penyaluran cadangan pangan pemerintah ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan wujud nyata kehadiran dan kepedulian negara di tengah masyarakat.
"Bantuan 3 ton beras ini mungkin terlihat sederhana, namun di baliknya tersimpan pesan moral yang besar bahwa pemerintah tidak akan menutup mata terhadap kesulitan masyarakat. Kami ingin memastikan anak-anak kita mendapatkan kesempatan tumbuh sehat, kuat, dan kompetitif di masa depan," tegas H.A. Rahman.
Kendati demikian, Wali Kota mengingatkan bahwa distribusi bantuan pangan saja belum cukup untuk menyelesaikan akar permasalahan stunting secara tuntas. Diperlukan sinergi lintas sektor yang melibatkan perbaikan layanan kesehatan, pemantauan pertumbuhan secara berkala di Posyandu, penerapan pola asuh yang baik, hingga penyediaan akses sanitasi dan lingkungan yang sehat.
Melalui langkah kolaboratif ini, Pemerintah Kota Bima optimistis target percepatan penurunan stunting dapat tercapai secara optimal demi mewujudkan generasi Kota Bima yang lebih sehat dan berdaya saing.(Red)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.