-->

Notification

×

Iklan

Iklan

​Kemarau Mencekik, Petani Kota Bima Terancam Gagal Panen Akibat Sulit Dapat BBM Subsidi

| Rabu, Oktober 21, 2026 WIB Last Updated 2026-10-21T01:39:58Z

Ilustrasi 
KOTA BIMA,JangkaBima.-Di tengah cengkeraman kemarau panjang, para petani di Kota Bima kini harus menghadapi ujian ganda. Bukan hanya krisis air, mereka juga dihantam kebijakan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang mendadak menutup kran pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite bagi keperluan mesin pompa air pertanian.


​Mustakim, petani asal Kelurahan Rabadompu Barat menyewa lahan di wilayah Mande, mengeluhkan nasibnya yang tak lagi diperbolehkan membeli Pertalite menggunakan jeriken maupun jeriken jerigen/jerat wadah khusus untuk mengairi sawahnya. SPBU secara tegas menolak melayani wadah eceran, meski peruntukannya jelas: demi menyelamatkan tanaman dari kekeringan.


​Ironi mengerikan justru tersaji di depan mata. Saat petani dihalangi membeli BBM subsidi langsung di SPBU untuk keperluan pangan, barang yang sama justru bertebaran bebas dan menjamur di lapak-lapak eceran pinggir jalan.


​"Alasannya SPBU tidak melayani jeriken atau jerat wadah, padahal ini untuk mesin pompa air sawah. Tapi anehnya, di pinggir jalan eceran kok tetap ada dan melimpah?" cetus Mustakim gusar.


​Kondisi ini menempatkan para petani di ujung tanduk. Tanpa BBM, mesin pompa tak bisa menyedot air, dan ancaman gagal panen total kini tinggal menunggu waktu.


​Mewakili para petani, Mustakim mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Bima untuk tidak tinggal diam dan segera turun tangan menghadirkan solusi konkret. 


Pemkot Bima dituntut membuka akses diskresi atau jatah khusus BBM bersubsidi bagi petani sebelum sawah-sawah warga hancur berantakan ditelan kemarau.(Red)

#petani #kemarau #bbmlangka #pengairan #kotabima #gagalpanen

​

Tidak ada komentar:

Posting Komentar



Komentar merupakan aspirasi pembaca dan tidak merepresentasikan pendapat JangkaBima. Mohon selalu sampaikan pendapat dengan sopan dan tidak melanggar SARA.